Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Gempa Jatim, Ribuan Rumah Rusak Hingga Gempa Susulan
foto: salah satu rumah warga terdampak di Kabupaten Blitar, Jawa Timur

Gempa Jatim, Ribuan Rumah Rusak Hingga Gempa Susulan



Berita Baru, Yogyakarta – Gempa bumi yang terjadi di selatan Kabupaten Malang pada Sabtu (10/4) berkekuatan magnitudo (M) 6,1 berdampak parah. Akibat dari bencana tersebut sebanyak 1.189 pemukiman warga dalam 15 kabupaten/kota di Jawa Timur, mengalami kerusakan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Raditya Jati memberi keterangan dalam siaran pers pada Minggu (11/4). Menurutnya, 1.189 kerusakan pemukiman warga tersebut terbagi menjadi beberapa kategori berbeda. Beberapa kategori tersebut terdiri dari 85 rusak berat, 250 rusak sedang, dan 854 rusak ringan.

“Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum (fasum) dengan total kerusakan 150 unit. BPBD Kabupaten Blitar juga melaporkan sebanyak rumah RR 217 unit, RS 85 dan RB 10, sedangkan kerusakan fasum kantor sembilan, dan balai desa tiga,” ujarnya (11/4).

Sementara akibat bencana tersebut, sampai saat ini telah memakan 47 korban jiwa. Menurut Raditya sesuai data yang dilaporkan terakhir dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur 8 diantaranya telah meninggal dunia. 5 korban jiwa dari Kabupaten Lumajang meninggal dunia, 3 korban dari Kabupaten Malang meninggal dunia. Kemudian 36 korban mengalami luka ringan dan 3 orang mengalami luka berat.

Lebih lanjut, terjadi guncangan gempa susulan tadi pagi pada Minggu (11/4) sekitar pukul 06.54 WIB. Menurut Kepala bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono gempa susulan tersebut merupakan gempa susulan ke-8. Menurutnya, gempa susulan tersebut berkekuata M. 5.3. Pusat guncangan berasal dari laut dengan jarak 71 km dari arah selatan Kota Kepanjen, Malang, Jawa Timur.

“Gempa susulan ini memiliki magnitudo update 5,3. Episenter terletak di laut pada jarak 71 km arah selatan Kota Kepanjen, Malang. Dengan kedalaman 102 kilometer,” ujar Daryono melalui keterangan tertulis, Minggu (11/4).

Daryono menjelaskan, karena hiposentrumnya relatif dalam, maka dampak guncangannya kembali terasa dalam sekala luas. Beberapa daerah yang merasakan guncangan tersebut antara lain Nganjuk, Ponorogo, Blitar merasakan guncangan II-III Skala Modified Mercalli Intensity (MMI). Kemudian Pacitan, Wonogiri, Trenggalek dalam skala intensitas III MMI. Serta di Gunungkidul, Bantul, Kulonprogo menurut Daryono dengan II MMI.

Menurutnya, meskipun episentrum gempa susulan tersebut relatif dalam, namun tidak berpotenso Tsunami. “Kekuatannya relatif kecil untuk dapat menjadi gempa pembangkit tsunami, walaupun hiposentrumnya terbilang cukup dalam, yakni 102 kilometer,” ujarnya (11/4).