Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Konfercab PCNU Sleman Berakhir Dramatis

Konfercab PCNU Sleman Berakhir Dramatis

Berita Baru – Sleman, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sleman menggelar konferensi cabang (konfercab). Pelaksanaan konfercab berlangsung di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Sleman, Minggu (28/3).

Konfercab merupakan Forum Musyawarah tertinggi di tingkat kepengurusan Cabang dalam tubuh NU. Yang di dalamnya memuat forum musyawarah dan mengagendakan pergantian kepengurusan, sampai terjadinya kesepakatan untuk tujuan berjalannya organisasi kedepan sampai pergantian kepengurusan selanjutnya.

Memasuki pembukaan acara, tampak hadir pula Ibu Bupati Sleman (Hj Kustini Sri Purnomo), DPD RI (Dr. KH. Hilmy Muhammad, MA), Rois Syuriah PWNU DIY (KH. Mas’ud Masduqi), Wakil Rois Syuriah PWNU ( KH. Dr. A. Zuhdi Muhdlor), Katib Syuriah PWNU DIY (KH.Hasan Abdullah), Ketua Tanfidziyah PWNU DIY (Prof KH. Nizar Ali), Wakil Ketua PWNU DIY (KH. Fahmy Akbar Idries, M.M), Rektor UNU Yogyakarta (Prof. Drs. Purwo Santoso, MA, Ph.D)

Ketua Panitia, Abdul Muiz, S.S, M.M dalam sambutannya menerangkan salah satu agenda Konfercab tersebut berupa pemilihan pengurusan baru periode selanjutnya, ia juga berharap dari konfercab tersebut dapat semakin meningkatkan perkembangan PCNU Sleman kedepan.

Dalam sambutanya, ketua panitia berharap pelaksanaan KONFERCAB PCNU kali ini akan menjadi panutan bagi para kader muda NU. Mengingat wasiat dari mantan Rois Syuriah Almarhum KH. Samingan Muharrom agar amanah dalam menyelenggarakan Konfercab.

“Sebagaimana wasiat Rois Syuriah Almarhum KH. Samingan Muharrom yang secara langsung telah memberikan wasiat agar amanah untuk menyelenggarakan KONFERCAB dan melaksanakannya secara bermartabat, serta selalu menjaga persatuan. Untuk itu semua peserta, anggota Ahlul Halli wal Aqdi, Calon Rois Syuriah, dan Calon Ketua Tanfidziyah harus menandatangani Pakta Integritas dan Surat Pernyataan. Semangat Konfetcab PCNU 2021 ini juga mengusung tema kemandirian ekonomi, tradisi, dan politik” tegasnya (28/3).

Sesuai dengan Ad/ART dan diatur didalam Tata tertib, pelaksanaan pemilihan Rois Syuriah PCNU Kabupaten sleman periode 2021– 2026 akan dilakukan dengan mekanisme Ahlul Halli Wal ‘Aqdi (Ahwa). Tentunya sistem Ahwa dimaksudkan untuk menghasilkan kepemimpinan yang lebih baik di lingkungan NU.

Kemudian dari proses penyusunan Ahwa mengerucut kepada lima nama yaitu Drs.KH.M.Syakir Ali, M.Si, KH. M. Hasyim, KH. Abdullaah Hadziq, KH.Muhamad Labib, dan KH. Fahmi Basa, LC.  Lima nama tersebut ditetapkan oleh Konferensi PCNU Sleman sebagai tim yang bertugas menunjuk Rais PCNU Sleman di kepengurusan yang akan datang. 

Selanjutnya, tim Ahwa terpilih melakukan persidangan yang berjalan sangat khidmat. Kemudian menyampaikan hasil persidangan yang telah menentukan Drs.KH. M.Syakir Ali, M.Si sebagai Rois terpilih dari 5 anggota Ahwa tadi dalam sidang pleno.

Selanjutnya dilakukan pemilihan ketua tanfidziyah. Pada tahapan bakal calon memperoleh 3 orang bakal calon yang masing-masing memperoleh sembilan suara untuk KH. Muslih Muchtar, delapan suara untuk KH.Sidiq Pramono, S.Ag, M.Si, dan 1 suara untuk KH. SALIMAN. Akhirnya hanya muncul 2 nama bakal calon yang memenuhi syarat minimal yakni K.Muslih Muchtar dan H.Sidiq Pramono, S.Ag, M.Si. Masing-masing mendapat lima suara dan dinyatakan Sah sebagai calon yang mendapatkan persetujuan dari Rois terpilih.

Konfercab PCNU Sleman Berakhir Dramatis

Dalam tahap pemilihan Ketua Tanfdziyah ini cukup berjalan alot. Dari dua kali pemungutan suara, antara K. Muslih Muchtar dan H. Sidiq Pramono, S.Ag, M.Si sama-sama meraih sembilan suara.

Pemilihan akhirnya berakhir pada pukul 17.00. Pimpinan sidang, yang juga Wakil Ketua PWNU DIY, KH. Fahmy Akbar Idries bersama Rois Syuriah PWNU, KH. Mas’ud Masduqi mengadakan musyawaroh dengan kedua calon dan akhirnya menyepakati pemilihan Ketua Tanfidziyah dilakukan secara diundi.

Dua kertas ditulisi nomor satu dan nomor dua, untuk memilih siapa yang akan mengambil duluan dari sepuluh kertas secara bergantian. Dari sepuluh kertas tadi, salah satunya ditulis kata “ketua” sementara sembilan lainnya kosong, lalu secara bergantian masing-masing calon mengundinya.

Kiyai Muslih Muchtar mendapatkan nomor urut pertama untuk mengambil undian, dan setelah secara bergantian 7 kertas yang keluar belum juga muncul kertas yang bertuliskan “ketua”. Baru pada kertas ke delapan yang diundi H. Sidiq Pranomo, S.Ag, M.Si mengeluarkan kertas yang bertuliskan “ketua”.

Akhirnya, dari pemilihian yang berjalan secara dramatis tersebut terpilih H.Sidiq Pramono, S.Ag, M.Si dan sah diputuskan menjadi Ketua Tanfidziyah terpilih periode 2021-2026.