Berita

 Network

 Partner

Mendagri Terbitkan Dua Inmendagri Soal PPKM

Mendagri Terbitkan Dua Inmendagri Soal PPKM

Berita Baru, Yogyakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menerbitkan 2 (dua) Instruksi Mendagri (Inmendagri) tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Hal itu diungkap Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Benni Irwan lewat pesan elektronik. Dalam keterangannya, ia menyebut dua Inmendagri itu, yakni Inmendagri 47/2021 dan Inmendagri 48/2021.

Sebagaimana diketahui, Inmendagri 47/2021 tentang PPKM level 4, 3, dan 2 di wilayah Jawa dan Bali. Instruksi Mendagri ini mulai berlaku sejak 5 Oktober 2021 sampai 18 Oktober 2021.

“Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia yang menginstruksikan agar melaksanakan PPKM level 4, 3, dan 2 COVID-19 di wilayah Jawa dan Bali sesuai dengan kriteria level situasi pandemi berdasarkan asesmen,” tulis Inmendagri 47/2021, Selasa (05/10/2021)

Berita Terkait :  Gus Ami Minta Kemenkes Buka Pendaftaran Relawan Tenaga Kesehatan

Adapun Inmendagri 48/2021 merupakan instruksi tentang pemberlakuan PPKM level 4, 3, 2, dan level 1 di wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua, dan mulai berlaku sejak 5 Oktober 2021 hingga 18 Oktober 2021.

Penetapan level wilayah pada instruksi tersebut berpedoman pada indikator penyesuaian upaya kesehatan masyarakat dan pembatasan sosial dalam penanggulangan pandemi COVID-19 yang ditetapkan Menteri Kesehatan.

Penetapan itu ditambahkan dengan indikator capaian total vaksinasi dosis 1 dan vaksinasi dosis 1 lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun dari target vaksinasi

Ketentuan penurunan level kabupaten/kota dari level 3 menjadi level 2 dengan capaian total vaksinasi dosis 1 minimal sebesar 50 persen dan capaian vaksinasi dosis 1 lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun minimal sebesar 40 persen.

Berita Terkait :  Menengok Tren Positif Kasus Kesembuhan Covid-19 Kabupaten Bantul

Kemudian, penurunan level kabupaten/kota dari level 2 menjadi level 1 dengan capaian total vaksinasi dosis 1 minimal sebesar 70 persen dan capaian vaksinasi dosis 1 lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun minimal sebesar 60 persen.