Berita

 Network

 Partner

11 Siswa MTs Harapan Baru Meninggal, Ketua Komisi VIII DPR RI Minta Kegiatan Susur Sungai Ditiadakan.
Sumber foto: regional.kompas.com

11 Siswa MTs Harapan Baru Meninggal, Ketua Komisi VIII DPR RI Minta Kegiatan Susur Sungai Ditiadakan

Berita Baru, Yogyakarta – Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto meminta agar kegiatan susur sungai ditiadakan.

Hal itu ia ungkap setelah 11 siswa MTs Harapan Baru meninggal dunia setelah tenggelam saat susur sungai di Cileueur, Ciamis, Jaw Barat (Jabar).

“Sebaiknya ditiadakan karena terlalu berisiko,” kata Yandri Susanto, dikutip dari detik.com, Minggu (17/10/2021).

Yandri meminta Kementerian Agama (Kemanag) menindaklanjuti peristiwa ini sehingga tak terjadi lagi di masa yang akan datang.

“Kami turut berduka, Kemenag wajib menjadikan ini bahan evaluasi sehingga tidak terjadi lagi di masa-masa yang akan datang,” ucapnya

Yandri berharap kegiatan siswa Madrasah harus dilaksanakan dengan penuh pertimbangan, terutama dalam masalah keselamatan.

Berita Terkait :  Prosedur Pemberangkatan Haji di Tengah Pandemi Periode 1442 H

“Kegiatan siswa harus benar-benar penuh pertimbangan hal yang utama adalah keselamatan,” tuturnya.

Sementara, anggota Komisi VIII F-PKS, Bukhori Yusuf mengatakan kegiatan di luar ruangan penting dilakukan, tetapi harus jauh dari bahaya.

“Kegiatan di luar sekolah penting namun dengan SOP standar. Jika belum punya standar sebaiknya dihindarkan, diganti dengan kegiatan outdoor yang tidak berisiko tinggi,” ujarnya.

Bukhori juga menilai, kegiatan siswa yang menantang bahaya seperti susur sungai itu boleh saja dilakukan, tetapi harus didampingi pihak profesional.

“Kalau didampingi dengan para instruktur ahli dan ada SOP yang standar militer saya rasa tidak masalah,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sejumlah siswa MTs Harapan Baru di Ciamis, dilaporkan tenggelam saat mengikuti kegiatan susur sungai di Sungai Cileueur, Jumat (15/10/2021).

Berita Terkait :  Ihwal Kekerasan Seksual terhadap Anak, LBH APIK Sebut Polres Luwu Timur Lakukan Pelanggaran Prosedur

Peristiwa naas tersebut menyebabkan 11 siswa meninggal dunia dan dua lainnya menjalani perawatan di rumah sakit.