Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Akibat Siklon Seroja, Muncul Danau Baru Menenggelamkan 2 Hektar Pertanian di Kupang

Akibat Siklon Seroja, Muncul Danau Baru Menenggelamkan 2 Hektar Pertanian di Kupang

Berita Baru, Yogyakarta – Lahan pertanian palawija seluas dua herktar di RT14/RW6 Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang tenggelam dan membentuk danau baru.

Lahan seluas dua hektar tersebut dialiri air dari mata air Tangkolo dan belasan mata air yang baru mucul. Fenomena tersebut merupakan dampak dari badai siklon seroja yang melanda kawasan tersebut beberapa pekan lalu.

Menurut pengakuan warga setempat, sehari sebelum danau itu muncul warga merasakan adanya getaran dari tanah seperti adanya gempa bumi. Selanjutnya air pun meluap dan menenggelamkan sejumlah tanaman milik warga sekitar sehingga membentuk danau. Rupanya gampa kecil tersebut menimbulkan sejumlah mata air baru.

Akibat dari fenomena tersebut, lahan pertanian palawija yang meliputi  jagung, kacang, buncis, dan kepala, yang siap panen pun terendam. Selain lahan pertanian, danau baru tersebut juga menenggelamkan lima sumur milik warga dan beberapa kandang peternakan sapi dan babi.

Bahkan, salah satu warga, Batz Sebaneno yang rumahnya berada di dekat danau tersebut mengaku sudah tidak bisa memasak sebab muncul mata air di dapurnya. Menurutnya, air terus bertambah karena mata air baru terus bermunculan di beberapa rumah warga.

“Kami sudah tidak bisa masak dalam dapur karena air muncul dalam rumah sejak danau ini terbentuk. Bahkan di depan rumah kami juga ada muncul sumber mata air baru,” ungkapnya, Minggu (18/4).

Sementara warga lain bernama Hendrik mengaku bahwa dirinya selama hidup di daerah tersebut baru mengalami fenomena seperti ini. Menurutnya, jika volume air masih terus bertambah, khawatir akan berdampak luas dan menimbulkan bencana baru ke kawasan pemukiman warga di Sikumana.

“Ada belasan sumber mata air baru yang muncul di sekitar danau ini sehingga ketinggian air terus bertambah. Kami khawatir bisa berdampak luas dan menimbulkan bencana baru ke kawasan pemukiman warga di Sikumana apabila air danau ini terus bertambah tinggi,” terang Hendrik.