Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Amien Rais Kembali Bermanuver, Sentil Sana Sini Hingga Jabatan 3 Periode

Amien Rais Kembali Bermanuver, Sentil Sana Sini Hingga Jabatan 3 Periode

Beritabaru, Yogyakarta – Memasuki umurnya yang ke-77, Amien Rais tidak berhenti mengkritisi pola kepemimpinan yang menurutnya nyeleneh. Dua hari terakhir politikus senior yang mendirikan Partai Umat tersebut hangat di berbagai headline media.

Sebelumnya, pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut mengkritik sikap Mahfud MD yang berubah setelah menjabat sebagai Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam). Ia menilai Mahfud MD kini menjadi the wrong man for the wrong job.

Melalui kanal yotubenya, mantan Ketua MPR RI tersebut, memaparkan dan membandingkan beberapa pernyataan yang pernah keluar dari Mahfud MD sebelum menjabat sebagai Menkopolhukam, salah satunya mengenai fenomena kekuasaan yang menurutnya sudah bersekongkol dengan perusahaan-perusahaan trans-nasional.

Amien mengutip pernyataan Mahfud MD mengenai pencalonan kepala daerah yang menurutnya 92 persen dengan dana dari cukong dan donatur dari berbagai perusahaan, sehingga kondisi ini menyebabkan tejadinya korupsi kebijakan pada level pemerintah.

“Masih kata Mahfud korupsi kebijakan itu biasanya lisensi penguasaan hutan, lisensi tambang dan lisensi-lisensi lainnya yang lebih merugikan masyarakat. Jadi ini Mahfud ketika masih bagus, saya kira. Masih omong secara jujur. Tapi Mahfud sekarang sudah agak berbeda, jauh berbeda,” ungkapnya.

Kemudian, dalam kesempatan yang sama Amien Rais juga menyentil pihak lain. Salah satunya adalah KSP Jenderal (Purn) Moeldoko yang berhasil mengkudeta pucuk kepemimpinan Partai Demokrat melalui KLB. Ia menilai tidak mungkin terjadi KLB tanpa adanya dukungan dari pihak yang ia sebut ‘lurah’.

“Saya tidak mencampuri partai lain, tapi khusus Moeldoko ini, ini kan sesuatu yang luar biasa. Saya tidak yakin Moeldoko berani seberani itu tanpa kedipan dari ‘lurah’ kita itu,” terang Amien dalam kanal youtube pribadinya.

Dalam video tersebut Amien tak menjelaskan secara rinci siapa yang ia maksud sebagai ‘lurah’. Namun ia mengkritik soal sikap Jokowi mengenai dualisme kepengurusan Partai Demokrat hingga saat ini. Kendati banyak pihak yang mendesak untuk mencopot jabatan Moeldoko sebagai Kepala Staf Kepresidenan, namun sampai saat ini Moeldoko tetap dalam jabatan tersebut.

Bahkan Amien pesimistis jika Jokowi akan bersikap terkait dugaan keterlibatan Moeldoko dengan kudeta Partai Demokrat tersebut. Pasalnya, Jokowi memiliki hubungan yang dekat dengan mantan panglima TNI AD itu.

“Saya kira kalau seseorang dengan asisten sudah sangat dekat itu sudah saling menutup, saling dukung. Sehingga kalau satu jatuh temannya juga akan jatuh, jadi memang dilema politik dan moral yang luar biasa,” katanya.

Sontak, tudingan Amien tersebut membuat Demokrat dari kubu Moeldoko geram. Salah satu panitia KLB Deliserdang, Ilal Ferhard meminta Politikus senior tersebut seharusnya bersikap netral dan tidak asal bunyi. Tindakan itu dapat membawanya ke ranah hukum.

Ilal juga meminta Amien mempelajari terlebih dahulu AD/ART Partai Demokrat hasil kongres V 2020 yang menetapkan Agus Harimuti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum. Menurutnya terjadi kecurangan dalam kongres itu. Kecurangan itu seperti, adanya pemalsuan data, hilangnya mukadimah partai, dan perubahan kewenangan Majelis Tinggi Partai dalam kongres tersebut.

Tanggapan dari Ilal ini membuat nama Amien Rais semakin panas menjadi headline di berbagai media.

Tidak berhenti sampai situ, masih dalam kanal youtube yang sama. Pria berusia 77 tahun tersebut juga mencurahkan keresahannya terhadap kondisi politik yang sedang terjadi belakangan ini. Amien curiga ada skenario agenda politik dari sejumlah pihak. Skenario itu untuk menerbitkan pasal dalam aturan hukum agar presiden yang berkuasa saat ini (Jokowi) dapat kembali memimpin dalam periode ketiga.

Amien mengaku menangkap adanya sinyal politik. Menurutnya, skenario agenda politik dari sejumlah pihak tersebut salah satunya melalui manuver politik yang pemerintah lakukan saat ini. Manuver itu bertujuan untuk mengamankan semua lembaga negara mulai dari lembaga legislatif maupun lembaga negara lainnya untuk memuluskan tujuan dari agenda tersebut.

Bahkan Amien juga mencermati upaya meloloskan jabatan presiden menjadi 3 periode. Upaya tersebut sedikit demi sedikit mulai jelas terlihat melalui berbagai manuver politik tadi. Menurutnya, manuver politik tersebut bermula dengan meminta MPR menggelar sidang istimewa. Dalam agenda sidang istimewa tersebut akan dilakukan penawaran terkait perpanjangan masa jabatan Presiden menjadi 3 periode.

Kelakar Amien Rais ini kembali memicu tanggapan dari beberapa pejabat dan tokoh nasional. Sehingga membuat namanya kembali panas di berbagai headline media

Bahkan Presiden Joko Widodo yang biasanya diam ketika Amien Rais berkelakar. Kali ini bersuara dan menanggapi apa yang muncul dari Amien Rais. Jokowi menegaskan bahwa ia tidak ada niat dan tidak berminat dengan jabatan 3 periode. Ia menjelaskan bahwa pemerintah sedang fokus dengan penanganan pandemi yang tak kunjung usai.

Jokowi juga menjelaskan bahwa ia tetap mematuhi Undang-undang 1945 dan patuh terhadap amanat reformasi. Peraturan tersebut mengatur masa jabatan presiden selama 2 periode. Jokowi menilai tidak perlu menyikapi isu jabatan 3 periode, sikapnya masih tetap sejalan dengan konstitusi.