Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Benarkah Bumi Mengalami Putaran Lebih Cepat? Ini Penjelasannya
Benarkah Bumi Mengalami Putaran Lebih Cepat? Ini Penjelasannya

Benarkah Bumi Alami Putaran Lebih Cepat? Ini Penjelasannya

Berita Baru, Yogyakarta – Para Ilmuwan sedang dilanda kekhawatiran karena bumi alami putaran lebih cepat dari biasanya? .

Laboraturium Fisika Nasional Inggris menunjukkan bahwa kini putaran yang dimiliki oleh bumi alami rotasi lebih cepat dari biasanya, daripada setengah abad yang lalu.

Diketahui pada (29/6), tengah malam lebih cepat 1,59 milidetik dari kecepatan normal yang membuat hari tersebut menjadi hari terpendek.

Tidak hanya itu, fenomena bumi berputar lebih cepat pernah terjadi di tahun 2020 yang tercatat 28 hari terpendek dalam sejarah.

Astrofisikawan, Graham Jones menyatakan jika kecepatan rotasi bumi akan selalu meningkat dan mungkin akan menghilang 1 detik dari jam normal atom.

Jika rotasi cepat bumi berlanjut, hal tersebut dapat mengarah pada pengenalan detik kabisat negatif pertama” ujarnya.

Hari menjadi lebih lama sejak terbentuknya bumi yang diketahui sudah hidup selama 1,4 Miliar tahun dan rotasi bumi membutuhkan waktu kurang dari 19 jam.

Para ilmuwan meyakini bahwa fenomena ini memiliki penyebab yang dapat dirasakan oleh seluruh umat manusia di bumi.

Penyebab bumi berputar lebih cepat diantaranya seperti gempa bumi, angin kencang di tahun-tahun Elnino, lapisan es yang mencair dan membeku kembali, hingga pengaruh bulan dan iklim.

Sejak 1972, untuk menghitung fluktasi waktu sepanjang harinya menggunakan detik kebisat atau tambahan suatu detik untuk waktu universal terkoordinasi atau Coordinated Universal Time (UTC).

Perlu pengurangan satu detik atom berdasarkan detak jam atom yang sangat stabil dan sejalan dengan waktu matahari yang didasari dengan pergerakan matahri melintasi langit.

Detik kabisat ini mengandung negatif yang memiliki arti waktu per hari yang kita lalui telah lewat satu detik lebih cepat, dan berpotensi menyebabkan masalah baru bagi sistem teknologi dan informasi.

Para peneliti di Meta menjelaskan jika lompatan waktu kedua bisa menyebabkan efek kolosal/yang saling berhubungan pada teknologi dan menjadi sumber utama kekacauan terhadap infastruktur perangkat keras.***