Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

PSI
mahfud md saat jadi pemicara webinar partai solidaritas indonesia

Capres yang Diusungnya Tak Kunjung Cuti/Mundur dari Jabatan, PSI Menilai Keputusan Mahfud Sangat Terlambat



Berita Baru, Yogyakarta – Pengunduran diri Calon Wakil Presiden (Cawapres) no. urut 03, Mahfud MD dari jabatannya sebagai Menteri Koordinasi Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) mendapat banyak tanggapan dari bebagai pihak. Salah satunya Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Wakil Ketua Umum DPP PSI, Andy Budiman menilai, pertimbangan etika politik bukanlah alasan utama dari keputusan pengunduran diri Mahfud MD dari Kabinet Indonesia Maju. Justru, menurut PSI mundurnya Mahfud MD adalah dilandasi kepentingan elektoral.

“Kami mengenal Pak Mahfud sebagai tokoh yang jujur dan berani. PSI selalu respek kepada Pak Mahfud. Namun dalam soal keputusan mundur ini, kami melihatnya lebih didasari motif politik elektoral, bukan pertimbangan etis,” kelakar Andy, kepada wartawan, pada Rabu (31/1).

Andy menyampaikan keputusan pengunduran diri tersebut sangatlah terlambat. Menurutnya, jika dasar pertimbangannya adalah persoalan etis, seharusnya Mahfud sudah langsung mundur ketika dicalonkan sebagai Wapres.

“PSI menghormati keputusan Pak Mahfud, namun kami menilai keputusan mundur ini sangat terlambat. Kami khawatir keputusan mendadak ini justru membuat target dan tugas-tugas kementerian menjadi terbengkalai,” jelasnya.

“Ini soal pilihan politik elektoral semata, bukan soal etik dan konstitusi. Pun demikian, sekali lagi, kami hargai pilihan politik Pak Mahfud,” sambung Andy.

Andy menyampaikan, partainya percaya tim Kemenkopolhukam bisa menyelesaikan tuga-tugas yang ditinggalkan Mahfud MD meski menurutnya akan kerepotan akibat keputusan mendadak tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mahfud Md memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannay sebagai  Menkopolhukam.

Mahfud telah menyiapkan surat pengunduran diri yang akan disampaikan langsung kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Hari ini saya sudah membawa surat untuk presiden, untuk disampaikan ke presiden langsung tentang masa depan politik saya, yang belakangan ini menjadi perbincangan publik. Dan surat ini akan disampaikan begitu saya mendapat jadwal ketemu presiden,” ungkap Mahfud kepada wartawan, pada Rabu.

“Tapi saya bawa terus karena memang surat ini begitu saya diberi waktu langsung saya ketemu langsung saya sampaikan surat ini,” lanjutnya.