Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Gubernur DIY Prihatin Meninggalnya Seorang Suporter PSS, Janji Fasilitasi Dialog Antara Ke -2 Tim
Gubernur DIY Prihatin Meninggalnya Seorang Suporter PSS, Janji Fasilitasi Dialog Antara Ke -2 Tim

Gubernur DIY Prihatin Meninggalnya Seorang Suporter PSS, Janji Fasilitasi Dialog Antara Ke -2 Tim

Berita Baru, Yogyakarta – Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X merasa prihatin atas meninggalnya salah seorang suporter PSS Sleman, Alm. Tri Fajar Firmansyah dalam kericuhan antara suporter Persis Solo dan penduduk Jogjakarta beberapa waktu lalu.

Antisipasi kejadian berulang, HB X berencana memfasilitasi pertemuan suporter Kota Jogja dan Kabupaten Sleman.

“Saya turut prihatin dan turut belasungkawa atas kejadian itu. Apakah itu terkait dengan suporter atau tidak, saya kira momentumnya beda.

Karena ini tidak pertandingan, tapi hanya lewat. Mungkin yang kena individual yang kebetulan karena (suporter) PSS Sleman,” katanya saat ditemui wartawan di Kompleks Kepatihan, Jogja, kemarin (4/8).

Sultan Keraton Jogja ini berharap suasana guyub rukun antarsuporter bisa dilakukan.

Terlebih, ajang olahraga semestinya bertujuan membangun solidaritas bersama untuk berprestasi.

“Bukan malah olahraga menjadi (ajang) tindakan-tindakan yang tidak manusiawi dan melanggar hukum. Jangan berkelompok-kelompok begitu,” ujarnya.

Atas peristiwa yang menelan korban jiwa, khususnya masyarakat di DIJ, HB X berencana mempertemukan kedua suporter Jogja dan Sleman.

Suami GKR Hemas ini siap memfasilitasi ruang berdialog antarsuporter, khususnya yang berada di wilayah DIJ. Baik kepada Kota Jogja maupun Sleman.

Pada prinsipnya, harus tercipta kompak yang positif untuk menjadi bagian dari DIJ.

“Saya ingin mereka juga punya kesadaran bersama untuk berdialog. Saya di provinsi memfasilitasi ndak ada masalah.

Karena bagaimana pun masyarakat Jogja, ya masyarakat kita bersama kalau masalah suporter,” jelasnya.

Ayah lima puteri itu menginginkan peristiwa itu menjadi kejadian terakhir dan tidak terulang di kemudian hari.

Maka ruang dialog sangat terbuka untuk melakukan berbagai pendekatan agar suporter di DIJ tak anarkistis.

“Jangan selalu jadi tindakan yang akhirnya banyak konsekuensi terjadi. Kalau bersorak-sorak biasa, tapi jangan ada kekerasan,” tambahnya.

Untuk pengungkapan kasus pengeroyokan yang menewaskan Tri Fajar Firmansyah, jajaran Polres Sleman bersama Polda DIJ masih terus mencari pelaku lainnya.

Sebelumnya, dua pelaku telah dibekuk dan dijadikan tersangka kasus ini. Sementara masih ada lima terduga pelaku lain yang berstatus buron.

Kabid Humas Polda DIJ Kombes Pol Yuliyanto memastikan pihaknya bertindak cepat.

Di satu sisi dia juga meminta para terduga pelaku untuk menyerahkan diri, termasuk yang terlibat penganiayaan Tri Fajar Firmansyah.

“Belum ada (update). Kemarin sudah saya sampaikan yang merasa memukuli menyerahkan diri. Sampai sekarang belum ada yang datang,” tandas Kapolres Sleman ini.***