Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Budiman

Kampanyekan Capres-Cawapres 02, Budiman Sudjatmiko Kutip Perkataan Penjahat Perang Asal Amerika!!!



Berita Baru, Yogyakarta – Dewan Pakar Tim Kampanya Nasional (TKN) Paslon no. urut 02 Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko belakangan ramai menjadi sorotan. Pasalnya, mantan Kader PDI-P itu mengutip perkataan Penjahat Perang asal Amerika Serikat, Hanry Kissinger untuk mengkampanyekan Paslon 02.

Sosok penjahat perang bernama Henry Kissinger itu sendiri merupakan mantan Menteri Luar Negeri atau Menlu AS. Hal tesebut termuatdalam akun resmi X/twitter milik Budiman, @budimandjatmiko. Dalam Cuitan tersebut, Budiman menulis kutipan perkataan penjahat perang itu terkait kekuasaan.

“‘Siapa yang mengontrol pasokan pangan, dia bisa mengontrol manusia; siapa yang mengontrol energi, dia mengontrol benua; siapa yang mengontrol uang, dia akan mengontrol dunia’. (Henry Kissinger),” tulis Budiman, pada Rabu (17/1).

Dalam cuitan tersebut, terlihat Budiman membagikan ilustrasi gambar surat suara Pemilu 2024. Dalam ilustrasi tersebut memperlihatkan ketiga calon Presiden dengan no. urut 01, 02 dan 03.

Dalam ilustasinya, no. urut 01 dan 03 terlihat gambar piring kosong di masing-masing table di bawah no. urut. Sedangkan di bawah no. urut 02, terlihat keranjang yang penuh dengan belanjaan lengkap dengan visi misi Paslon no. urut 02.

“Mencetak dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian dengan lumbung pangan desa, daerah, dan nasional,” demikian tulisan dalam program paslon nomor urut 02.

Lantas, siapa Hanry Kissinger si Penjahat Perang?

Sudah menjadi rahasia umum jika Kissinger memainkan peran penting dalam meracik kebijakan luar negeri AS hingga mengakibatkan jutaan warga sipil dari berbagai belahan dunia terbunuh. Kissinger juga yang mendorong pengeboman di Kamboja, Laos, dan Vietnam dalam Perang Vietnam.

Oleh banyak pihaknya, Henry dinilai harus diadili atas kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan pelanggaran hukum internasional, meliputi konspirasi untuk melakukan pembunuhan, penculikan, dan penyiksaan.