Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Kekerasan Terhadap Anak Meningkat, Pemkab Bantul Upayakan Kabupaten Layak Anak

Kekerasan Terhadap Anak Meningkat, Pemkab Bantul Upayakan Kabupaten Layak Anak

Berita Baru, Bantul – Tren kekerasan terhadap anak di Kabupaten Bantul semakin mengalami peningkatan. Melihat data dari dua tahun lalu, sebanyak 200 lebih kasus telah tercatat. Bahkan di periode yang sama, dalam tahun ini di bulan Maret ada indikasi kenaikan yang signifikan.

Menanggapi masalah tersebut. Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menggelar audiensi berama Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Bantul pada Senin (23/3/2021) kemarin. Dalam kegiatan tesebut, Halim mengatakan langkah pertama yang akan Pemkab lakukan adalah membentuk gugus tugas layak anak sampai pada tingkat kelurahan.

“Nah ini kan butuh satgas gugus tugas di lapangan untuk menangani manakala ada tindakan tidak terpenuhinya hak-hak anak,” ujarnya, Selasa (23/3/2021) 

Gugus tugas tersebut nantinya akan berkaitan dengan teknis bagaimana pemerintah memberian hak-hak anak. Salah satunya yang terpentign adalah bagaimana anak-anak dapat hidup normal dan wajar tanpa harus mengalami kekerasan.

Semetara itu, Ketua Satgas PPA Zainul Zein yang ditemui wartawan setelah audiensi selesai. Mengatakan bahwa angka kekerasan terhadap anak di DIY dan Indonesia umumnya sudah tidak ada toleransi. Meskipun kasus yang ada saat ini belum dipandang sebagai situasu darurat, namun menurutnya kasus tersebut adalah sesuatu yang berlebihan. Sebab kasus yang ada sudah termasuk kategori yang cukup tinggi.

Melihat masalah tersebut, Zein bersama timnya menagih visi misi Bupati Bantul yang berkaitan dengan masyarakat, lalu menyesuaikannya dengan Permen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Dan meminta Pemkab membuat SK bagi Satgas PPA Bantul.

Zein juga menekan Bupati Bantul agar dapat menilai betapa kritisnya perlindungan terhadap anak pada saat ini. Menurutnya, jika Bupati sudah menganggapnya penting, maka Bupati akan segera membentuk Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID).

Menurut Zein, masalah terakhir yang perlu kita tekan adalah mengupayakan Bantul sebagai Kabupeten Layak Anak (KLA). Namun saat ini, Bantul masih berada pada level madya, yakni tingkatan kedua dari lima tingkatan untuk dapat mencapai predikat KLA “Tetapi tadi pak Bupati jelas menghendaki, siap untuk mewujudkan KLA bersama. Baik menyiapkan infrastruktur, satgas desa, dan KPAID,” tegasnya (23/3/2021).