Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Kelas Literasi Damai DIY Gandeng Generasi Z Promosikan Perdamaian
Generasi Literat, Yayasan Mulia Raya, dan UNDP (United Nation Development Program) menyelenggarakan pertemuan  anak-anak muda dari generasi Z

Kelas Literasi Damai DIY Gandeng Generasi Z Promosikan Perdamaian

Berita Baru, Yogyakarta – Generasi Literat, Yayasan Mulia Raya, dan UNDP (United Nation Development Program) menyelenggarakan pertemuan  anak-anak muda dari generasi Z yang berasal dari  beragam latar belakang se-Yogyakarta, di Pura Jagatnata Banguntapan, Yogyakarta. Ahad, (10 April 2022).

Kegiatan ini mengangkat tema”Cara Gen-Z Cipta Damai: Hamemayu Hayuning Sasomo. Kegiatan ini merupakan  program lanjutan dari Alumni Kelas Literasi Damai Wilayah D.I Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, yang telah berlangsung di bulan Maret 2022.

Ketua Panitia, Laila Fajrin Rauf mengatakan tujuan diadakannnya kegiatan adalah mengedukasi dan memperdayakan anak-anak muda dari berbagai latar belakang untuk saling mengenal dan bekerjasama melakukan kampanye perdamaian dan persatuan agar tercipta  Indonesia yang nyaman, damai dan sejahtera.

“Kegiatan ini merupakan forum anak-anak Gen-Z berkumpul, berbagi pengalaman dan saling menciptakan ruang aman. Acara ini dihadiri oleh teman-teman yang berasal dari dari latar belakang agama dan kepercayaan, teman disabilitas, pecinta alam, feminis, Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa Sulawesi Selatan, dan Duta Damai Yogyakarta, serta teman-teman dari ragam orientasi dan seksualitas,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Mulia Raya, Musdah Mulia dalam sambutannya mengatakan bahwa spirit menjadi agen perdamaian merupakan tugas semua kalangan, yang tercermin dari empati bersama, welas asih dan juga dari nilai-nilai hamemayung hayuning sasomo yang jadi tema acara ini.

“Masyarakat Jawa sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kasih sayang, kebersamaan dan juga kearifan,” jelasnya.

“Ucapan selamat pada kegiatan hari ini sarat dengan kearifan, bukan hanya spirit agama, lebih jauh terdapat  nilai-nilai toleransi yang berangkat dari kearifan lokal, seperti menjaga keselamatan dan kesehatan bersama ketimbang individu,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Iwan Misthohizzaman, perwakilan dari UNDP mengatan bahwa kata salam mempunyai akar yang sama, seperti dalam tradisi Islam “Assalamualaikum” atau “Hevenu schalom alejchem” bagi umat kristiani berarti keselamatan. Jadi, sifat individualis harus dikalahkan oleh rasa keselamatan bersama.

“Kemarin, ketika pandemi masuk ke Indonesia, kita masih menemukan narasi-narasi yang mengedepankan ego untuk menjaga keselamat diri sendiri, abai pada kesehatan bersama, maka sudah sepatutnya kita saling menjaga, saling merangkul dan sama-sama bekerja sama. Oleh karenanya, sebagai Generasi-Z, diharapkan untuk terus mengupayakan kepentingan komunal dan juga kerja-kerja perdamaian, khususnya di ruang lingkup literasi,” terang Iwan.

Terakhir, Iwan juga mengucapkan terima kasih kepada Uni Eropa karena telah mendukung sepenuhnya acara ini.

Milastri Muzakkar, Founder Generasi Literat, juga menambahkan bahwa kegiatan hari ini sangat penting diadakan karena generasi Z adalah  populasi terbesar di Indonesia yang memiliki kreatifitas dan semangat kolaborasi dalam kerja-kerja kemanusiaan. Karena itulah, Kelas Literasi Damai sangat penting untuk terus dilakukan kepada seluruh anak muda di Indonesia.

“Ke depan, program yang sama akan dilakukan di daerah lainnya di Indonesia,” pungkasnya.