Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Mahasiswa

Kronolgi dan Penyebab Kematian Mahasiswa IPB di Pulau Sempu



Berita Baru, Yogyakarta – GES (20) Mahasiswa IPB asal Banjarnegara ditemukan tak bernyawa, pada Jumat (29/12) pagi setelah sempat dinyatakan hilang saat penelitian sejak Rabu (27/12) malam.

Korban diketahui melakukan penelitian bersama 30 orang lainnya dari mahasiswa IPB di Cagar Alam Pulau Sempu sejak Kamis (21/12).

Dugaan sementara, menurut Kasatpolairud Polres Malang, AKP Slamet Subagyo sebelum meninggal dunia, korban terpeleset di antara karang di telaga kawasan Teluk Semut, pada Jumat pagi.

“Korban diduga terpeleset dan kemudian jatuh ke telaga. Di situ lokasinya banyak karang-karang,” kata Subagyo, saat dikonfirmasi wartawan pada Jumat (29/12).

Dugaan jatuhnya korban yang kemudian ditelan ombak di batu karang itu diperkuat dengan hasil pemeriksaan ke jasad korban saat ditemukan. Saat itu petugas menemukan sejumlah luka di tubuh mahasiswa berusia 20 tahun tersebut.

“Kalau dari luka yang ada menunjukkan bekas terpeleset dan terjatuh dari karang dan masuk ke dalam laut,” ujar mantan Kapolsek Bantur ini.

Sementara, lokasi penemuan jasad korban berada di perairan Cagar Alam Pulau Sempu. Lokasinya berjarak sekitar 10 meter dari Dermaga Pantai Sendangbiru, yang membuat tim gabungan melakukan evakuasi dengan menggunakan perahu.

“Jaraknya dekat dengan dermaga Sendangbiru. Tapi harus menggunakan perahu, karena lokasinya berupa teluk,” jelasnya

Kronologi Hilangnya Korban

Sebelumnya diberitakan, korban yang merupakan warga Gunung Langit, Desa Gunung langit, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, dilaporkan hilang pada Rabu malam (27/12) sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat itu korban bersama rombongan dari mahasiswa IPB lainnya memang tengah melakukan penelitian di Blok Telaga Lele, kawasan Pulau Sempu dengan koordinat pada 44,4133’’ dan E 112°70,8090’’.

Diketahui saat itu Korban meninggalkan rombongan pada hari Rabu 27 Desember 2023, sekira pukul 09.00 WIB. Seharusnya korban kembali ke rombongan pukul 11.00 WIB.

Namun sampai pukul 11.30 WIB, mahasiswa semester 5 itu belum kembali, sehingga tim memutuskan untuk melakukan pencarian. Namun hingga pukul 23.00 WIB, belum ada tanda-tanda dari korban.

Korban pun ditemukan tak bernyawa pada Jumat pagi (29/12) sekitar pukul 07.30 WIB oleh nelayan setempat di sekitar Teluk Semut. Jasad korban langsung dievakuasi oleh tim gabungan yang dikerahkan sejak Rabu malam kemarin.

Almarhum dibawa ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang untuk proses identifikasi dan pemulasaran jenazah. Jenazah kemudian dibawa oleh pihak keluarga pada Jumat siang dengan ambulan milik Muhamadiyah menuju Banjarnegara, Jawa Tengah.