Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

PPKN

Mata Pelajaran PPKN Diubah Jadi Pendidikan Pancasila, Kemendikbud Diminta Lakukan Sosialisasi



Berita Baru, Yogyakarta – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mengubah Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarga Negaraan (PPKN) menjadi Pendidikan Pacasila.

Federasi Serikat Buruh Indonesia (FSGI) mendesak Kemendikbud Ristek untuk segera melakukan sosialisasi masi tekait perubahan nama Mata Pelajaran tersebut. Sebab, menurut Ketua Dewan Pakar FSGI, Retno Listyarti, saat ini banyak sekolah yang belum mengetahui aturan tersebut.

“Kemendikbudristek bekerjasama dengan BPIP melakukan sosialisasi secara masif ke guru atau sekolah, dinas-dinas Pendidikan dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten atau kota terkait perubahan mata Pelajaran PPKN ke Pendidikan Pancasila,” jeals Retno melalui keterangan tertulis, Minggu (31/12).

Menurutnya, hingga sampai saat ini masih banyak sekolah negeri yang belum mengetahui perubahan mata pelajaran PPKN menjadi Pendidikan Pancasila. Padahal, kata Retno, perubahan tersebut sudah tertuang pada Keputusan Mendikbudristek Nomor 56 Tahun 2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran.

“Meski telah ditetapkan secara resmi sebagai mata pelajaran Pendidikan Pancasila, namun pada realitanya di lapangan, masih banyak sekolah dan dinas pendidikan yang belum tahu dan paham perubahan tersebut,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Retno, buku mata pelajaran Pendidikan Pancasila juga sampai saat ini masih belum beredar di masyarakat. Buku tersebut padahal sudah dibuat oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan sudah dicetak.

“Namun faktanya belum ada buku teks utama Pendidikan Pancasila yang sudah dicetak dan diperjual belikan, yang ada baru dalam bentuk softcopy,” ucap dia.

Lebih lanjut, Retno juga mendorong Kemendikbud Ristek untuk memastikan penyediaan materi Pendidikan Pancasila berupa buku, baik berbentuk soft copy maupun hard copy agar pengadaannya di perpustakaan-perpustakaan sekolah segera tersedia.

“Untuk efektifnya proses pembelajaran mata Pelajaran Pendidikan Pancasila,” ujarnya.