Berita

 Network

 Partner

Masyarakat Menonton Pesawat Antonov
Sumber foto: instagram @stefven_railfans

Menggelar Karpet Merah untuk Pesawat Kargo Antonov

Berita Baru Kolom– Masyarakat Jogja dihebohkan dengan pendaratan pertama kali pesawat Kargo Antonov, pada rabu (10/03/2021) di bandara Internasional Yogyakarta, YIA Kulonprogo. Saking pertamanya, kejadian semacam ini belum pernah tercatat dalam manuskrip sejarah ummat manusia dalam kurun waktu dan negara bangsa manapun, di mana beberapa akun media sosial, entah milik pemerintah maupun simpatisan sejenisnya, ramai-ramai memposting kehebohan tersebut.

Caption-caption dari postingan-postingan itu menunjukkan sebuah kebanggan tersendiri, seolah manusia modern Indonesia terutama masyarakat Yogyakarta terkhususnya sedang mengalami suatu era perkembangan dan kemajuan atas kedatangan pesawat Kargo Antonov.  Beberapa mengucapkan “Welcome To Yogyakarta” dan lainnya menganggap bahwa hal ini adalah sebuah keberhasilan “mantaapp” sambil mengacungkan jempol. Namun ada juga sangat kontradiktif sejenis golongan paradoksi antara modernitas dan primordial, tidak ketinggalan juga turut memberi “Sugeng Rawuh”. Perkembangan modernisasi yang sebetulnya membawa kita pada jurang kehancuran dan penjajahan gaya baru.

Pesawat Kargo jenis Antonov 124-100 tersebut adalah salah satu pesawat terbesar di dunia yang merupakan pesawat hasil rakitan tangan-tangan pekerja Rusia. Dari penelusuran rute penerbangan. Orang-orang yang miskin secara angka, terpaksa ikut merayakan peristiwa ini dengan menengok dari batas pagar kawat. Tanpa punya otoritas untuk menentukan segala sesuatu. Pesawat ini sebelumnya berangkat dari Johor Baru, Malaysia. Dan akan melanjutkan lawatannya ke Hanoi. Menuju suatu dunia yang hanya bisa terjangkau oleh para petani Kulonprogo lewat globe dan cerita-cerita fiksi. Tetapi, Agus Pandu Purnama, selaku General Manager Angkasa Pura I YIA mengungkapkan bahwa Pesawat Kargo tersebut mendarat di YIA untuk mengangkut 62 ton barang yang akan diekspor ke Rickenbacker International Airport (LCK) Amerika Serikat.

Berita Terkait :  UKT dan Upaya Pemberhangusan Kebebasan Akademik di UIN Sunan Kalijaga

Handling perdana ekspor barang kargo dari Bandara Internasional Yogyakarta ke LCK Columbus Amerika Serikat, yang mana sebanyak 125ton barang jenis cable 16 truck wing box yang akan dieskspor. Namun baru 62 ton yang akan dikirim menggunakan pesawat terbesar kedua dunia, Antonov AN 124-100. Pesawat berbadan lebar ini buatan Rusia dengan kapasitas muatan 150 ton” jelas Agus seperti disitat dari Antara.

“Hanoi apa Amerika sih???” Sudahlah, tidak usah mempermasalahkan atau pun memprediksi ke mana rute Pesawat ini. Iya… sudah kubilang, “kita orang miskin tidak bisa membayangkannya”. Jalur dan rutenya, bahkan angin topan Nabi Sulaiman tidak bisa menggerakkannya. uang (kapital) lah yang menentukan sesuai dengan perintah arus modal.

Pesawat Kargo Antonov 124-100 memiliki ruang kargo paling besar sehingga dapat mengangkut barang-barang yang berukuran besar seperti lokomotif, kapal pesiar, turbin hidrolik, bahkan beberapa pesawat tempur. Mungkin saja padi, ikan, durian, tiwul, gudeg, gula, dan sebagainya. Yang jelas tidak pernah menganggkut aspirasi masyarakat.

Berita Terkait :  Vaksin Astrazeneca Sebanyak 3,8 Juta akan Segera Tiba

Pada dasarnya apa yang mereka sebut sebagai Pembangunan Strategis Nasional (PSN) menganga menampakkan watak aslinya. Prediksi jauh sebelum itu bahwa pesawat-pesawat kargo berkapasitas besar yang akan mengangkangi Bandara Internasional Yogyakarta. Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) tidak hanya berfungsi sebagai stasiun untuk mengangkut manusia dari satu tempat ke tempat yang lain. Namun fungsi utamanya sebagai layanan kegiatan ekspor-impor kapital karena secara prinsip konstruksi, memang dirancang mampu didarati pesawat besar jenis Antonov. Sedikit jujur dan penuh kompromis Agus Pandu juga mengatakan:

Secara prinsip sudah melakukan pemeriksaan barang-barang yang akan kita ekspor. Kegiatan ekspor ini tidak hanya satu kali saja, namun dua minggu ke depan masih ada layanan ekspor dari barang 125 ton. Hari ini akan diekspor 62 ton dari Bandara Internasional Yogyakarta (YIA)” terangnya.

Kegiatan ekspor-impor Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) memiliki dua kargo, yakni kargo internasional dan kargo domestik. Kargo domestik sudah berjalan jauh sebelumnya tanpa ada kebanggaan menyelimutinya, tidak peduli meski masa pandemi COVID-19 grafiknya terus naik, kegiatan ekspor-impor per hari rata-rata mengangkut 32,5 ton kapital. Untuk kegiatan ekspor-impor internasional juga sudah berjalan, yang mana pada bulan Februari kemari sekitar 32 ton.

Berita Terkait :  Kim Jong Un Terlihat Lebih Kurus, Bagaimana Kondisi Korea Utara ?

Kebetulan di kargo internasional sudah melakukan kegiatan impor. Kemarin dua kali mendatangkan pesawat dari AirNugini membawa panili ke Indonesia. Kemudian dari Indonesia diekspor kembali” katanya.

Proses transaksi barang ekspor maupun impor melalui Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) sudah dilaksanakan. YIA menjadi tempat singgah perputaran komoditas melalui ekspor-impor, hilir-mudiknya modal internasional dengan kapasitas per hari mampu mencapai 250 ton.

Kargo Bandara Internasional Yogyakarta cukup mumpuni. Kargo internasional Bandara Internasional Yogyakarta bisa melayani ekspor 250 ton per hari” tukas General Manager Angkasa Pura I YIA

Ada komoditas yang diekspor ke Jepang, Korea Selatan, Amerika, dan Australia, termasuk Taiwan dan Hong Kong. Komoditas kita diekspor ke gudang-gudang luar negeri, lalu uang diimpor ke dalam negeri yang menggelembungkan rekening-rekening oligark. Rakyat hanya bisa menjadi pekerja yang patuh pada kekuasaan modal, sambil menggelar karpet merah dibubuhi sedikit ucapan “Sugeng Rawuh” tanda penghormatan pada pembaharuan penjajahan yang legal.