Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Meta Laporkan Penurunan Pendapatan, Hasil Diterima Hanya USD 28,5 Milliar
Meta Laporkan Penurunan Pendapatan, Hasil Diterima Hanya USD 28,5 Milliar

Meta Laporkan Penurunan Pendapatan, Hasil Diterima Hanya USD 28,5 Milliar

Berita Baru, Yogyakarta Pemilik Facebook, Meta melaporkan penurunan pendapatan pertamanya di tengah resesi global.

Perusahaan yang berbasis di California ini dilanda penurunan penjualan iklan dan persaingan ketat dengan TikTok.

Penurunan pendapatan Meta untuk pertama kalinya disebabkan oleh dollar yang menguat, pertumbuhan iklan, dan persaingan dengan TikTok.

Selama kuartal ketiga 2022, Meta menerima pendapatan yang lebih rendah dari perkiraan analis (USD30,52 miliar), yaitu antara USD26 miliar dan USD28,5 miliar.

Perusahaan juga melaporkan hasil yang beragam dalam pertumbuhan pengguna.

Pengguna aktif bulanan di Facebook kurang dari perkiraan analis sebesar 2,93 miliar pada kuartal kedua, meningkat 1% dari tahun ke tahun. Sementara pengguna aktif harian mengalahkan perkiraan di 1,97 miliar.

Seperti banyak perusahaan global, Meta menghadapi beberapa tekanan pendapatan dari dolar yang menguat, karena penjualan mata uang asing berkurang dalam dolar.

Meta memperkirakan pertumbuhan pendapatan sebesar 6% pada kuartal ketiga, berdasarkan nilai tukar saat ini.

Di samping itu, Meta juga menghadapi tekanan persaingan dengan aplikasi video pendek TikTok dan menyesuaikan bisnis iklannya dengan kontrol privasi yang dikenalkan Apple tahun lalu.

“Meta punya masalah karena mereka mengejar TikTok dan jika Kardashians berbicara tentang bagaimana mereka tidak suka Instagram . Meta harus benar-benar memperhatikan itu,” kata Kim Forrest dari Bokeh Capital Partners, dikutip dari The Independent (28/7).

Penurunan pendapatan Meta mengikuti penurunan yang lebih luas dalam iklan digital.

Pendapatan perusahaan turun 1% menjadi USD28,8 miliar pada kuartal kedua yang berakhir 30 Juni, dari USD29,1 miliar tahun lalu. Angka tersebut sedikit meleset dari proyeksi Wall Street sebesar USD28,9 miliar. ***