Berita

 Network

 Partner

Pengurus PB HMI Resmi Dilantik, Ini Program Unggulannya

Pengurus PB HMI Resmi Dilantik, Ini Program Unggulannya

Berita Baru, Yogyakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Raihan Ariatama bersama jajaran pengurus PB HMI masa bakti 2021-2023 resmi dilantik di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Selasa (27/4).

Dalam kesempatan itu, Raihan menjabarkan tiga program utamanya dalam masa kepengurusannya.

“Tiga program utama yakni HMI Digital, HMI Incubator Entrepreneurship dan meneguhkan komitmen keislaman dan keindonesiaan. Program-program ini ditujukan agar PB HMI dapat mewarnai dan menjadi aktor revolusi industri 4.0 serta untuk mencapai tujuan HMI,” kata Raihan dalam keterangannya, Rabu (28/4).

Raihan menjelaskan HMI Digital bertujuan untuk mengefisienkan dan mengefektifkan kerja-kerja organisasi. Dikatakan, digitalisasi adalah sebuah kebutuhan. Menurutnya, PB HMI akan melakukan reformasi birokrasi berbasis digital.

“Tata kelola organisasi akan dibuat seefisien dan seefektif mungkin, dan hal ini dapat terjadi berkat kecanggihan teknologi informasi beserta semangat kebersamaan kader-kader HMI untuk memajukan organisasi,” kata Raihan.

Berita Terkait :  Bawang Crispy, “Cemilan Sehat” yang Cocok untuk Waktu Santai

Raihan menuturkan PB HMI juga sedang menyusun manajemen pelatihan virtual. Lewat pelatihan virtual ini, sistem kaderisasi akan dirancang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan zaman.

“Bentuk kehadiran yang lain, yakni kehadiran virtual, sangat dimungkinkan diterapkan dalam kaderisasi,” ujar Raihan.

Melalui program HMI Incubator Entrepreneurship, Raihan menyatakan, kader-kader HMI nantinya diharapkan menjadi sebagai penggerak ekonomi bangsa. Tidak hanya berorientasi sebagai komunitas intelektual, tetapi bagaimana menghadirkan keadilan ekonomi bagi bangsa Indonesia.

“HMI tidak sekadar menjadi komunitas intelektual, melainkan juga menjadi komunitas ekonomi yang berorientasi pada keadilan ekonomi. Bukan sekadar pada pemaksimalan laba sebagaimana dalam sistem kapitalisme, melainkan berorientasi pada semangat sosial dan pemerataan ekonomi,” ucap Raihan.

Raihan optimistis lewat sumber daya kader dan jejaring yang tersebar di seluruh Indonesia, HMI akan menjadi gerakan ekonomi besar dan katalisator wirausahawan muda di Indonesia.

Berita Terkait :  Kris Wu Berikan Klarifikasi Atas Tudingan Perkosa 30 Wanita

“HMI berkewajiban membangun incubator entrepreneurship sebagai wadah di mana para wirausahawan muda dididik dan digembleng. Terdapat workshop wirausaha, pendampingan wirausaha, dan bantuan akses pada permodalan yang diselenggarakan secara terencana dan berkelanjutan,” kata Raihan.

“HMI Incubator Entrepreneurship diharapkan mampu menumbuhkan minat kader-kader dalam berwirausaha, serta mampu mengatasi hambatan-hambatan dalam menjadi wirusahawan muda,” ungkap Raihan.

Dikatakan, program meneguhkan komitmen keislaman dan keindonesiaan juga menjadi hal utama dalam organisasi yang digagas oleh Lafran Pane. Ditegaskan, komitmen kebangsaan HMI tidak perlu diragukan. Menurut Raihan, komitmen keislaman dan keindonesiaan HMI menjadi penguat para kader ketika muncul gerakan membenturkan agama dengan negara dari oknum-oknum tertentu.

“Kita tidak boleh henti-hentinya untuk memperkuat komitmen keislaman dan keindonesiaan, apalagi akhir-akhir ini ruang publik kita dipenuhi dengan berbagai upaya untuk membenturkan kembali antara Islam dan negara,” imbuhnya.

Berita Terkait :  Presiden Jokowi Takziah ke Tempat Duka Mendiang Artidjo Alkostar

Menurut Raihan, hal ini tercermin dari eskalasi wacana yang signifikan di ruang publik, yaitu Islam menegasikan negara dan begitu pula sebaliknya. Benturan ini, kata Raihan, kerap kali tampak dalam konfrontasi fisik seperti kekerasan dan aksi teror.

Raihan menyatakan dalam meneguhkan keislaman dan keindonesiaan, HMI harus mengedepankan cara-cara yang berintelektual dan beradab serta dengan cara-cara kekinian. Sebagai generasi terdidik dan intelektual, menurutnya, kader HMI memiliki tanggung jawab moral yang tidak hanya menjadi intelektual menara gading, tetapi intelektual progresif.

“Berpegang teguh pada nilai-nilai kebenaran, keadilan, dan kemanusiaan dengan melakukan kerja-kerja advokasi demi terpenuhinya rasa keadilan rakyat. Tanggung jawab kebangsaan ini menjadi roh perjuangan dan pergerakan mahasiswa. Tanggung jawab kebangsaan sekaligus tanggung jawab keumatan ini mengalir dalam setiap derap langkah perjuangan dan pergerakan HMI,” tutup Raihan.