Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Presiden Sebut Akses Vaksin Covid-19 yang Adil dan Merata Harus Dijamin

Presiden Sebut Akses Vaksin Covid-19 yang Adil dan Merata Harus Dijamin

Berita Baru, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebutkan, akses vaksin Covid-19 yang adil dan merata harus dijamin. Kendati demikian, ia tidak menampik adanya kesenjangan terhadap akses vaksin Covid-19. 

Hal itu ia sampaikan dalam pidato pada Sidang Dewan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara virtual, Selasa (13/07/2021). 

“Akses yang adil dan merata terhadap vaksin harus dijamin. Namun, hingga saat ini kita melihat kesenjangan akses vaksin masih sangat lebar,” kata Jokowi dalam kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Kita, lanjut Jokowi, harus membuat dunia segera pulih dari pandemi Covid-19. Menurutnya, vaksin adalah harapan untuk mempercepat dunia keluar dari krisis kesehatan ini.

Jokowi juga menegaskan, bahwa vaksin sebagai global public goods jangan hanya menjadi slogan. Indonesia, lanjutnya, mendorong agar melakukan percepatan realisasi kesetaraan akses vaksin bagi semua negara, termasuk melalui berbagi dosis lewat COVAX Facilities.

Jokowi mendorong pemenuhan kebutuhan pendanaan vaksin multilateral, peningkatan produksi vaksin global termasuk melalui TRIPS waiver

“Penguatan global supply chain vaksin termasuk menghilangkan hambatan ekspor dan hambatan bahan baku vaksin, dan peningkatan diversifikasi dan volume produksi vaksin termasuk di negara berkembang,” ujar Jokowi.

Lebih lanjut, Jokowi menyatakan bahwa kelompok rentan harus menjadi perhatian serius di tengah pandemi Covid-19. Akibat melambatnya kegiatan perekonomian karena pandemi, semua lapisan masyarakat menjadi terdampak, terutama bagi kelompok rentan. 

“Untuk itu jaminan dan perlindungan sosial merupakan bagian penting upaya pemulihan dari pandemi. Di Indonesia kami telah alokasikan US$ 28,5 miliar untuk bantuan sosial. Tidak kurang dari 9,8 juta unit usaha mikro telah menerima bantuan keberlanjutan usaha,” pungkas Jokowi.