Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Seorang Pemuda di Sedayu Membunuh Sepupunya Lantaran Sering Diancam
foto: Ilustrasi pembunuhan menggunakan senjata tajam. shutterstock.com

Seorang Pemuda di Sedayu Membunuh Sepupunya Lantaran Sering Diancam



Berita Baru, Bantul – Telah terjadi pembunuhan di daerah Sedayu, Bantul, Rabu (23/3) dini hari tadi. Tersangka NK (22) telah diamankan oleh Polres Kulon Progo di Nanggulan, Kulon Progo pagi dini hari tadi.

Kapolsek Sedayu, L Ardi Hartana mengatakan dirinya mendapat kabar melalui telepon dari Polres Kulon Progo bahwa pihak mereka telah mengamankan warga Bantul asal Kalimantan karena menangkap gerak-gerik yang mencurigakan.

“Jadi tadi pagi saya ditelepon Polres Kulon Progo, katanya mengamankan seorang warga Bantul asal Kaltim mengendarai mobil Inova tanpa plat nomor. Karena mencurigakan terus ditanya-tanya, ngakunya habis mencuri mobil di rumah tantenya,” jelasnya, Rabu (31/3).

Mendapat pengakuan tersebut, Polres Kulon Progo kemudian melakukan tindak lanjut dengan menelepon tante NK. Setelah ditanyai, Tante NK tidak merasa kehilangan mobil tersebut. Tante NK justru mengaku bahwa mobilnya sedang dikendarai oleh tersangka bersama sepupunya yang berinisial (B) dengan sepengetahuannya.

Setelah mendapat pengakuan dari tante tersangka tersebut, selanjutnya Polres Kulon Progo kembali menginterogasi NK. Belakangan diketahui sepupu tersangka yang berinisial B ternyata korban pembunuhan yang dilakukan oleh tersangka NK.

“Lalu diteleponlah tantenya ini, lha tantenya tidak merasa kehilangan. Katanya tersangka pergi sama korban inisial B. Tetapi pada saat di lokasi, tersangka hanya sendiri,” sambung Ardi.

Akhirnya setelah diinterogasi, NK mengakui perbuatannya. tersangka membunuh sepupunya sendiri dengan cara menjeratnya dengan kawat. Setelah membunuhnya, NK membuang jasad korbannya di jambatan Selo Gedong, Agodadi, Sedayu, Bantul.

Diketahui motif tersangka membunuh korban yang merupakan sepupunya sendiri tersebut lantaran takut kepada korban karena tersangka sering diancam akan dibunuh oleh korban.

Terkait kasus tersebut, Polres Bantul masih melakukan pendalaman penyelidikan. “Tetapi untuk saat ini masih didalami oleh Polres Bantul. Karena melibatkan dua Polsek. Mobil yang digunakan milik siapa juga masih belum tahu. Motif pastinya apa juga masih didalami,” imbuh Ardi.