Berita

 Network

 Partner

Aparat Represif, 11 Warga Wadas Ditangkap dan 9 Lainnya Luka-luka
Ilustrasi

Aparat Represif, 11 Warga Wadas Ditangkap dan 9 Lainnya Luka-luka

Beritabaru, Yogyakarta Tindakan represif aparat keamanan menimpa masyarakat Desa Wadas, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah yang hendak mempertahankan hak-haknya. Kejadian represif tersebut terjadi pada Jum’at siang (23/04/21).

“Sekitar jam 11:00 aparat mendatangi desa Wadas menggunakan beberapa mobil dengan muatan banyak. Kedatangan mereka terkait dengan rencana sosialisasi pemasangan patok untuk keperluan penambangan batuan andesit yang masih satu kesatuan dengan proyek strategis nasional pembangunan Bendungan Bener,” ujar Abdul Malik, sebagaimana dilansir oleh Serat.

Menurutnya, dalam mobil tersebut ada banyak aparat kepolisian dan TNI membawa senjata. Sedangkan warga hanya menghadang dengan menutup jalan menggunakan batang pohon. Namun aparat tetap memaksa masuk dengan menggergaji pohon tersebut.

Berita Terkait :  Prosedur Pemberangkatan Haji di Tengah Pandemi Periode 1442 H

Kekerasan terjadi saat warga menghadang aparat dengan posisi duduk sambil bersholawat. Namun aparat tak mengindahkan masyarakat yang sedang mempertahankan hak-haknya, sehingga kekerasan pun terjadi.

Aparat Represif, 11 Warga Wadas Ditangkap dan 9 Lainnya Luka-luka

“Kekersan dilakukan aparat dengan cara menarik, mendorong dan memukul warga termasuk ibu-ibu yang sedang bersholawat paling depan. Bentrokan pun tak terhindarkan antara aparat dengan warga yang didampingin mahasiswa,” tambah Malik.

Tak hanya melakukan kekerasan, aparat polisi dan TNI juga menangkap mahasiswa yang bersolidaritas dengan warga. Kejadian itu membuat warga mundur saat aparat menggunakan tembakan gas air mata.

Akibat bentrok tersebut, ada beberapa warga, mahasiswa, dan kuasa hukum warga yang tertangkap. Tercatat 11 warga dan mahasiswa tertangkap, dan 9 lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Berita Terkait :  Cedera Pergelangan Kaki, Harry Maguire Terancam Absen di Final Liga Eropa