Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Hari Bumi, Warga Wadas Berjuang Melawan Kerusakan Lingkungan

Hari Bumi, Warga Wadas Berjuang Melawan Kerusakan Lingkungan



Berita Baru, Yogyakarta – Dalam momen hari bumi yang dirayakan setiap tahun dan jatuh pada Kamis (22/4). Warga Desa Wadas dan relawan yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas (Gempa Dewa), mengadakan konferensi pers.

Acara tersebut, berlangsung di kantor Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Yogyakarta, yang terletak di jalan Nyai Pembayun, Kotagede, pada Kamis (22/4). Konferensi pers terselenggara berkaitan dengan penolakan warga terhadap pertambangan batu andesit (quarry) untuk pembangunan bendungan Bener.

Azim yang mewakili Gempa Dewa mengatakan, peringatan hari bumi melalui kegiatan mujahadah bukan sekadar seremonial kosong. Melainkan sebagai pengingat terhadap ancaman yang sedang di hadapi warga Desa Wadas.

Dalam kesempatan itu, Azim menjelaskan beberapa poin terkait penolakan warga terhadap pertambangan tersebut. Menurutnya, perjuangan Gempa Dewa bukan sekadar mempertahankan hak milik perseorangan.

Lebih dari itu, menurut Azim pergerakan ini menitik beratkan pada kelestarian alam sebagai hal yang lebih fundamental. Azim juga menyampaikan, hampir seluruh warga Desa Wadas menolak rencana penambangan quarry. Adapun kabar 70% warga Desa Wadas menerima proyek penambangan quarry adalah berita palsu.

“Oleh karena itu, kami menyerukan kepada semua kepala yang yang tengah terjaga untuk. 1, menggagalkan Desa Wadas sebagai lokasi penambangan batuan andesit., 2, melawan segala bentuk eksploitasi alam di manapun dan apapun bentuknya,” tegasnya, Kamis (22/4)

“Sebab kami yakin setiap orang memiliki hak untuk lingkungan yang sehat. Sehingga menjaga kelestarian alam yang sudah begitu banyak menghidupi kami, wajib hukumnya, terimakasih,” tambah Azim menutup bicaranya.

Perlu diketahui proyek bendungan Bener adalah salah satu proyek strategis nasional yang akan berdiri di atas lokasi 2 Kabupaten yaitu Kabupaten Purworejo dan Wonosobo. Dari dua kebupaten tersebut terdampak pada 3 Kecamatan, yakni Kecamatan Bener, Kepil, dan Gebang.

Sedangkan dari tiga kematan tersebut terdampak pada 11 desa, antara lain Desa Guntur, Nglaris, Limbangan, Karangsari, Kedung Loteng, Wadas, Bener, Kemiri, Burat, Gadingrejo, dan Desa Bener. Desa Wadas adalah salah satu desa yang terkena dampak dengan adanya pembangunan bendungan tersebut. Di mana dalam wilayah tersebut akan terancam tanah dan batuannya sebagai bahan material bangunan bendungan.

Sebelumnya beredar kabar bahwa dalam beberapa waktu ke depan. Kantor Pertanahan Purworejo akan melakukan pematokan bidang tanah. Pematokan tersebut sebagai lanjutan dari proses pengadaan tanah dan rencana pertambangan Andesit untuk pembangunan Bendungan Bener di Desa Wadas.