Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Kampanye

Kampanye Tidak Sehat!! Guru SD Swasta di Gunungkidul Bagikan Stiker Caleg ke Siswa



Berita Baru, Yogyakarta – Kampanye tidak sehat diduga terjadi di Kabupaten Gunungkidul. Seroang guru Sekolah Dasar (SD) Swasta diduga membagikan stiker bergambar yang menjurus ke arah kampanye pada para siswa.

Peristiwa tersebut terjadi di salah satu SD Swasta yang terletak di Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Dugaan tersebut berawal dari dibagikannya stiker yang memuat gambar seorang Calon Legislatif (Caleg) melalui seorang guru kelas pada sejumlah murid.

Hal tersebut tentu saja kemudian mendapat reaksi dari orang tua murid, salah satunya orang tua murid yang bernama Bayu. Ia menyayangkan hal tersebut bisa terjadi di lingkungan tempat anaknya bersekolah.

“Poinnya saya menyayangkan kok lingkungan pendidikan jadi tempat kampanye. Saya tidak tahu itu kampanye atau apa, yang jelas stiker itu ada gambar calegnya. Itu dibagikan kepada murid dari guru, pada Selasa (9/1),”tuturnya saat dikonfirmasi, pada Jumat (12/1).

Bayu yang sedikit kecewapun kemudian mengkonfirmasi langsung hal tersebut ke pihak sekolah dan menanyakan maksud daru pembagian stiker tersebut. Pasalnya, stiker tersebut dibagikan kepada para murid agar diberikan pada orang tua masing-masing.

“Saya juga datang ke sekolah untuk klarifikasi hal tersebut. Dari guru itu awalnya bilang ada amanat dari yayasan untuk menyampaikan stiker ke sekolah. Tetapi sewaktu klarifikasi selanjutnya guru itu menyebutkan tidak ada instruksi dari yayasan. Dan, meminta maaf karena ada kekeliruan,” tuturnya.

Lebih lanjut, saat dikonfirmasi, pihak sekolahpun tidak memberi tanggapan apapun. Pihak sekolah mengarahkan agar konfirmasi langsung ke pihak yayasan.

Pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gunungkidul, Muhammad Arif Darmawan mengatakan, pihaknya memang membagikan stiker kepada internal Muhammadiyah untuk memenangkan caleg tersebut.

Namun, arahannya tidak dibagikan ke sekolah-sekolah.

“Maka dari itu, kami sangat menyayangkan oknum guru itu membagikan di sekolah. Saya tidak tahu itu sengaja atau tidak. Kami akan panggil oknum tersebut kenapa diberikan kepada anak-anak,” terangnya.

Dia juga mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bawaslu Kabupaten Gunungkidul terkait kejadian tersebut.

“Saran dari Bawaslu untuk melaksanakan pembinaan terhadap salah satu guru itu,”urainya.