Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Kena Dampak Refocusing Anggaran, Dishub Bantul Tetap Lanjutkan Program Penerangan Jalan Umum

Kena Dampak Refocusing Anggaran, Dishub Bantul Tetap Lanjutkan Program Penerangan Jalan Umum

Berita Baru, Bantul – Program penerangan jalan umum di Bantul kembali berlanjut setelah sebelumnya sempat mandek karena ada kebijakan refocusing anggaran, Minggu (04/4).

Total dari semua program Dinas Perhubungan (Dishub) yang terkena dampak refocusing anggaran, mencapai Rp14 miliar. Namun, menurut Kepala Dishub Kabupaten Bantul, Aris Suharyanto dari total anggaran Penerangan jalan umum yakni Rp13 miliar, hanya terpotong sebagian, yaitu sebesar Rp 3 miliar saja.

“Kemarin kan semuanya terkena refokusing. Ada Rp14 miliar anggaran Dishub yang terkena, yang Rp13 miliar ada di penerangan jalan umum. Tetapi akhirnya tetap bisa dilaksanakan, karena yang terpotong untuk refokusing hanya Rp3miliar,”katanya, Minggu (04/4).

Menurutnya, program penerangan jalan umum tersebut merupakan salah satu program yang banyak diminta oleh masyarakat. Maka dari itu Aris berharap agar program tersebut tidak terkena refocusing karena masih banyak titik jalan gelap tanpa penerangan di Bantul.

“Banyak sekali titik yang masih gelap. Makanya kami berharap agar penerangan jalan umum ini tidak terkena refokusing. Karena memang itu (penerangan jalan) permintaan masyarakat dan sangat dibutuhkan,”ujarnya.

Namun demikian, mengingat kebutuhan anggaran untuk penganggulangan Covid-19 yang tidak sedikit, mau tidak mau beberapa program dari lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus terpangkas anggarannya. Kelimanya adalah Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP), Dinas Perhubungan, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A), Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Peberdayaan Masyarakat dan Desa (DPPKBPMD), dan Sekretariat DPRD Bantul. Tak terkecuali program penerangan jalan umum yang termasuk dalam ODP Dinas Perhubungan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, menurut Aris pihaknya sudah mendata titik-titik jalan gelap tanpa penerangan di Kabupaten Bantul. Aris menambahkan, karena tidak dapat semaksimal apa yang dishub rencanakan sejak awal, pihaknya hanya memilah beberapa titik prioritas saja. Sedikitnya terdapat 600 titik jalan gelap yang membutuhkan penerangan, termasuk jalur-jalur menuju tempat pariwisata yang memang menjadi prioritas.

“Saat ini kami masih memilah titik mana yang menjadi prioritas, karena memang tidak semua titik bisa dipasang. Mungkin ada sekitar 20-25 persen yang tidak bisa dilaksanakan. Kami prioritaskan di jalan kabupaten dan jalur-jalur pariwisata,”terangnyanya.