Berita

 Network

 Partner

Menengok Tren Positif Kasus Kesembuhan Covid-19 Kabupaten Bantul

Menengok Tren Positif Kasus Kesembuhan Covid-19 Kabupaten Bantul

Berita Baru, Bantul – Semakin hari trend kasus kesembuhan Pasien Covid-19 di Kabupaten Bantul semakin membaik. Dalam 24 jam terakhir perhari Selasa (16/3/2021), kasus kesembuhan Pasien Covid-19 yang semula berjumlah 7.797 menjadi 7.879 setelah bertambah sebanyak 82 Pasien sembuh.

Dalam keterangan resmi pada Selasa malam, Satuan Tugas (Satgas) Kabupaten Bantul melaporkan sebanyak 82 Pasien Covid-19 tersebut paling banyak dari Kecamatan Kasihan yaitu 24 Pasien, lalu Kecamatan Bambanglipuro sebanyak 21 Pasien, dan Kecamatan Bantul sebanyak 16 Pasien. Kemudian dari Kecamatan Sewon 5 Pasien, Kecamatan Jetis 4 orang, Kecamatan Kretek, Banguntapan, Pleret masing-masing 3 orang, serta Kecamatan Pandak, Imogiri, dan Piyungan masing-masing 1 Pasien.

Namun walaupun demikian pada periode yang sama, data laporan Covid-19 harian juga mencatat perhari Selasa (16/3/2021) sebanyak 52 kasus positif Covid-19. Dari 52 Pasien yang positif tersebut masing-masing dari Kecamatan Imogiri 11 orang, Kecamatan banguntapan 8 orang, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul, dan Sewon masing-masing sebanyak 5 orang. Dari Kecamatan Pleret dan Kasihan masing-masing 4 orang, kemudian dari Kecamatan Pajangan 3 orang, Kecamatan Sanden 2 orang. Kemudian sisanya dari Kecamatan Kretek, Jetis, Pundong, Dlingo, dan Pandak masing-masing 1 orang.

Berita Terkait :  Menko Marves Harap Produsen Alokasikan 90 Oksigen untuk Keperluan Medis

Dengan demikian total kasus positif Covid-19 secara akumulasi hingga hari ini berjumlah 8.954 orang. Sedangkan untuk kasus positif COVID-19 yang meninggal pada Selasa bertambah satu orang dari Kecamatan Sewon, dengan demikian total kasus kematian di Bantul menjadi 253 orang.

Menurut Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Bantul Helmi Jamharis, dari hasil perhitungan bobot indikator kesehatan masyarakat yang terdiri epidemiologi, surveilans kesehatan dan pelayanan kesehatan serta data kasus dari 2 Maret sampai 15 Maret 2021 tersebut, Kabupaten Bantul berada pada zona resiko yang tinggi.

“Hasil perhitungan ini dapat jadi acuan sebagai dasar bagi seluruh pihak dalam melaksanakan berbagai macam aktivitas atau kegiatan untuk jangka waktu 14 hari ke depan dari 16 sampai 29 Maret,” ujarnya.

Berita Terkait :  Anggaran Dialihkan, Tak Ada Program Penambahan Lampu PJU di Gunungkidul