Berita

 Network

 Partner

Sangkopas
diambil saat wawancara dengan pemilik usaha warung kopi

PPKM DIY Diperpanjang, Pengusaha Warung Kopi Merasa dirugikan

Berita Baru Yogyakarta, Daerah – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY), kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara mikro. Untuk mengendalikan Covid-19 sampai 22 Maret 2021 mendatang. Perpanjangan PPKM ini, dianggap merugikan Pengusaha warung kopi.

Kebijakan PPKM secara mikro resmi berlanjut. Perpanjangan PPKM akan berlaku selama dua minggu mendatang. Berlaku untuk 6 Provinsi lain di Jawa-bali.

Sejalan dengan itu, Sri Sultan Hamengku Buwono X (Sultan HB X) selaku Gubernur DIY menjelaskan. Perpanjangan PPKM berskala mikro bertujuan untuk menekan penularan Covid-19.

lebih lagi, dengan adanya penambahan kasus harian Covid-19 sehingga akan berlanjut selama dua minggu kedepan.

“Ya diperpanjang semua (PPKM Mikro) dua minggu lagi. Ya karena kasusnya (Covid-19) fluktuatif. Kemarin sempat (kasus baru Covid-19) 89. tapi, kemudian naik lagi di atas 100 (kasus per hari),” kata Sri Sultan HB X kepada Media. Usai rapat paripurna persetujuan dan penetapan rencana pembangunan jangka menengah daerah, kantor DPRD DIY, Senin (8/3/2021) siang.

Berita Terkait :  Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Lakukan Aksi Penurunan UKT

Sultan HB X menegaskan, Perpanjangan PPKM tidak akan berbeda dari aturan sebelumnya. Gubernur juga mengungkapkan akan memperketat akses keluar masuk DIY. Terutama saat libur panjang 11 maret mendatang yang bertepatan dengan Isra Mi’raj.

Wisata daerah DIY juga menjadi sorotan oleh Sultan HB X, Pemda tetap mempersilahkan tempat wisata untuk beroprasi. Dengan, pengelolaan tempat wisata harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Tapi kalau ada (kawasan wisata) yang (memunculkan kasus) positif, ya saya tutup,” pungkas Gubernur DIY.

Terpisah, seorang Pengusaha warung kopi daerah sorowajan bernama supri ketika bertemu mengaku mendapat imbas yang kurang baik. Kebijakan PPKM Mikro sangatlah merugikan pengusaha menengah kebawah. Keberatan Supri karena, pendapatan utama usahanya lebih banyak mengandalkan keuntungan pada malam hari.

Berita Terkait :  Menengok Tren Positif Kasus Kesembuhan Covid-19 Kabupaten Bantul

“Kalo saya sebagai pengusaha warung kopi menanggapi perpanjangan ini sangat keberatan lah. Warung saya ini punya karyawan banyak dan sangat mengandalkan waktu malam hari. Jadi, kalo waktu buka saya terbatas banyak pengeluaran yang tidak sebanding dengan pendapatan,” ujarnya, senin (08/03/2021) malam.

Adanya kebijaksanaan dari pemerintah pengusaha warung kopi tersebut berharap. Mampu menengahi situasi pandemi karena, beban karyawan dan pengeluaran harian tidak berhenti ketika PPKM Mikro berjalan.

“Berlanjut yo ndak papa, asal ya kita ini juga mendapat perhatian. ndak terus seperti di korbankan,” pungkasnya ketika bertemu dengan tim Berita Baru Yogyakarta, Bantul, Sorowajan.