Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Selain Diperkosa dan Dicabuli, Korban Kekerasan Seksual Terhadap Santriwati di Jombang Juga Mendapat Kekerasan Fisik

Selain Diperkosa dan Dicabuli, Korban Kekerasan Seksual Terhadap Santriwati di Jombang Juga Mendapat Kekerasan Fisik

Berita Baru, Yogyakarta – Setelah menjadi buron atau Daftar Pencarian Orang (DPO), fakta mengejutkan datang dari putra Kiai Sepuh di Jombang, dalam hal ini adalah tersangka pelaku pencabulan dan pemerkosaan terhadap Santriwati yakni M. Subchi Azal Tsani atau MSAT.

Pelaku yang kerap disapa Gus Bechi tersebut diketahui telah ditetapkan menjadi DPO sejak tanggal 12 Januari kemarin. Bechi ditetapkan menjadi buron setelah turunnya Surat DPO Nomor: DPO/3/I/RES.1.24/2022/Ditreskrimum. Surat tersebut terbit setelah Gus cabul tersebut beberapa kali mangkir dari panggilan pihak kepolisian.

Selain melakukan kekerasan seksual, pemerkosaan dan pencabulan. Disinyalir Bechi dan komplotannya diduga melakukan tindak kekerasan lainnya terhadap korban dan beberapa orang terdekatnya yang tidak sependapat dengannya.

Kasus kekerasan seksual dan tindakan cabul yang dilakukan Bechi diketahui sudah sejak lama, bahkan sejak dirinya masih berstatus single atau belum berumahtangga, bisa disimpulkan lebih dari 20 tahun.

Selain seorang Gus, Bechi yang terkenal playboy juga seorang musisi. Tabiatnya yang merasa memiliki power dalam lingkungannya, Bechi memanfaatkan hal itu untuk mendekati korban lalu dijadikan sebagai kekasih/pacar dengan label-label kekuasaan seperti “kamu seharusnya bangga didekati oleh penerus pesantren ini”.

Kekerasan fisik terhadap korban

Menurut salah satu akun twitter yang kerap menyuarakan isu-isu sosial, @PartaiSocmed. Bechi memiliki beberapa mantan kekasih yang notabenenya adalah Santri atau anak didiknya sendiri.

Beberapa mantan kekasih Bechi antara lain; NA, LE, LA, DI, RI, SA, EL, FI, RA, IR, IN dan bisa dipastikan semuanya pernah ditiduri secara paksa. Bahkan setelah beristeri pun, Bechi masih memiliki hubungan kasih dengan RA, IN, dan IR. Selain itu juga beberapa Santriwati yang ditiduri secara paksa namun tidak diakui sebagai kekasih.

Dari banyaknya korban, hanya beberapa yang berani melapor baik ke pihak kepolisian maupun ke pihak Pondok Pesantren. Sampai pada suatu saat ada salah satu Santriwati yang melaporkan pelecehan yang dilakukan Bechi terhadap dirinya kepada LL (kakak tiri pelaku), LL yang kaget lalu melaporkan hal tersebut kepada Ayahnya, Kiai MM.

Marah karena hal tersebut telah diketahui oleh ayahnya, Bechi mengutus komplotannya untuk menginterogasi korban dan memaksanya untuk mengakui bahwa pelecehan tersebut benar. Bahkan korban mendapatkan perlakuan kekerasan, korban diserang oleh beberapa laki-laki, dipukuli hingga berujung perampasan telpon genggam milik korban dimana di dalamnya terdapat beberapa bukti pelecehan.

Tidak cukup sampai di situ, komplotan Bechi yang sangat fanatik dan terlalu takdzim namun buta tersebut bahkan ada yang sampai memaksa kepada korban yang berbeda untuk memakan batu kerikil dan menggunduli kepalanya dengan tujuan memaksa korban mengakui ketidak benaran kasus tersebut.

Bukan tidak marah, Kiai MM (Ayah pelaku) yang merupakan salah satu orang Alim di Jombang tersebut awalnya sangat murka terhadap putranya karena dianggap telah merusak tanamannya. Namun karena framing dan provokasi yang dilakukan oleh komplotan dan simpatisan Bechi yang begitu masif, akhirnya Kiai MM percaya kepada pihak Bechi.