Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa
UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Kab. Gunung Kidul

Selama Pandemi, Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Meningkat di Gunungkidul

Berita Baru, Gunungkidul – Angka kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Gunungkidul masih terbilang tinggi. Tercatat sepanjang tahun 2020 terdapat 28 kasus kekerasan yang dilaporkan pada UPT Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DP3AKBPMD). Angka tersebut meningkat dari tahun sebelumnya yang bejumlah 16 kasus.

Dari data di atas, kekerasan terhadap perempuan dan anak paling banyak adalah Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT), yang mana selama tahun 2020 sudah ada 13 kasus kekerasan psikis dan fisik. Sementara 15 kasus lainnya adalah kekerasan seksual dan penelantaran.

Akan tetapi, jumlah kasus terlapor kemungkinan besar lebih sedikit ketimbang realitanya. Hal ini turut diungkapkan oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DP3AKBPMD, Rumi Hayati.

“Dari banyaknya kasus yang terjadi di lapangan hanya sebagian kasus yang dilaporkan. Faktanya masih banyak dari Perempuan korban kekerasan yang takut melaporkan kasusnya kepada dinas atau kepolisian. Sebagian dari korban masih menganggap bahwa hal tersebut adalah sebagai aib keluarga,” ungkapnya sebagimana dilansir dari Sorot Gunungkidul pada Jum’at (12/03/2021).

Rumi juga meyakini bahwa masih banyak korban yang belum mengetahui kepada siapa korban harus melapor atas kekerasan yang dialaminya. Hal ini disebabkan oleh ketidaktahuan dan kurangnya pendampingan terhadap korban kekerasan.

“Oleh sebab itu, kita berupaya mensosialisasikan tentang pendampingan, hukum, psikis dan klinis kepada masyarakat,” tambahnya.