Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Sudah Dua Bulan Puluhan Warga Pleret Teserang Wabah Cikungunya
foto: ilustrasi nyamuk Aedes Aegipty pembawa penyakit cikungunya

Sudah Dua Bulan Puluhan Warga Pleret Teserang Wabah Cikungunya

Berita Baru, Yogyakarta – Puluhan warga Dusun Brajan Kelurahan Wonokromo Kapanewon Pleret, Bantul dalam waktu dua bulan terakhir menderita penyakit Cikungunya. Dalam kurun waktu 60 hari tersebut terhitung sudah 50 warga terserang penyakit tersebut.

Warga uang menderita Cikungunya mengeluh sakit pada setiap persendian, dan mengakibatkan mereka tidak dapat berjalan. Selain itu, sebagian warga yang terserangan penyakit tersebut juga mengalami mual, demam, Panas dan bintik merah.

Kepala Dukuh Brajan, Fuad Hasyim menjelaskan serangan Cikungunya yang terjadi di Daerahnya sudah berlangsung selama dua bulan. Dalam kurun waktu dua bulan tersebut sedikitnya sudah ada 50 warga yang terserang.

Menurutnya, selama dua bulan warga yang mengidap penyakit yang dibawa nyamuk Aedes Aegipty tersebut terserang secara bergantian. Satu warga sembuh berganti dengan warga lain yang kemudian menjadi penderita baru.

“Saat ini sekitar 50 orang yang terserang chikungunya dan sampai saat ini masih ada yang sakit. Warga yang terkena chikungunya bergantian sehingga totalnya cukup banyak,” ujarnya, Jumat (16/4).

Lurah Wonokromo, Machrus Hanafi yang mendengar banyak warganya mengeluh dan menuntut pemerintah untuk melakukan tindakan yang konkret, segera melakukan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

“Kemarin cukup dengan PSN, dan alhamdulillah sudah menurun,” terangnya.

Machrus bersama perangkat Pemerintah Kelurahan lainnya melakukan gerakan PSN tersebut secara mandiri. Menurutnya, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Puskesmas Pleret untuk upaya antisipasi dan pencegahan.

Kepala Puskesmas Pleret, Erni Rochmawati mengatakan pihaknya sudah menindak lanjuti kasus tersebut. Erni menyebut dari hasil pemeriksaan kepada warga, tercatat sebanyak 19 orang yang mengalami Cikungunya. Sedangkan dari rapid test dipastikan ada lima warga yang mengalami Cikungunya.

“Hasil pemeriksaan akan kita kirim ke Dinkes dan akan ditindaklanjuti dengan penyemprotan,” ungkapnya.