Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Target Pertumbuhan Ekonomi Ganjar-Mahfud, Direktur INDEF : Tantangan Yang Berat
Target Pertumbuhan Ekonomi Ganjar Mahfud

Target Pertumbuhan Ekonomi Ganjar-Mahfud, Direktur INDEF : Tantangan Yang Berat



Berita Baru, Yogyakarta– Target pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persPertumbuhaen yang dijanjikan oleh pasangan calon presiden dan wakil presiden, Ganjar Pranowo dan Mahfud Md, dinilai sulit dicapai oleh ekonom.

Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Eko Listiyanto, menyatakan bahwa sementara target tersebut tidak mustahil, tetapi akan menjadi tantangan yang berat.

“Dalam 5 tahun atau rata-rata 7 persen per tahun, memang tidak ada yang tidak mungkin, tetapi sepertinya berat untuk dicapai,” kata Eko seperti dikutip dari Republika pada Selasa (26/12/2023).

Pernyataan ini muncul sebagai tanggapan terhadap pernyataan Mahfud Md dalam debat Pilpres 2024 pada Jumat (22/12/2023), di mana Mahfud menjanjikan pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen jika terpilih bersama Ganjar Pranowo.

Eko menganggap pandangan realistis lebih penting daripada optimisme berlebihan. Ia menegaskan bahwa selama era reformasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak pernah mencapai angka 7 persen. Menurutnya, target yang lebih realistis adalah 6 persen, namun hal ini pun memerlukan kerja keras dan sektor-sektor ekonomi dengan daya ungkit tinggi.

Berita Terkait : Target Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen oleh Ganjar-Mahfud Dinilai Berat Dicapai

“Target 6 persen pun butuh sektor-sektor yang bisa mengungkit lebih tinggi, terutama dua sektor yang paling penting, yaitu sektor industri pertumbuhannya harus lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi di angka 9 atau 10 persen ada optimisme untuk bisa mencapai. Yang kedua sektor pertanian minimal harus setara dengan target pertumbuhan ekonomi,” paparnya.

Eko juga mengungkapkan bahwa optimalisasi penegakan hukum, meskipun penting, tidak cukup untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 7 persen. Ia menyatakan bahwa penegakan hukum yang serius dan disiplin seperti di negara-negara maju dapat membantu, tetapi perlu waktu yang panjang.

“Sepertinya prosesnya panjang, bisa membantu untuk mewujudkan 7 persen dengan pemberantasan korupsi, saya ragu,” tambah Eko.