Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Kemenparekraf Berikan Penghargaan Desa Wisata Berkelanjutan, Ini Kata Dispar Gunungkidul
Sertifikat Penghargaan Desa Wisata Berkelanjutan Kelurahan Nglanggeran, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul

Kemenparekraf Berikan Penghargaan Desa Wisata Berkelanjutan, Ini Kata Dispar Gunungkidul

Beritabaru, Gunungkidul – Baru-baru ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberikan penghragaan dan sertifikasi kepada Pemerintah Kelurahan Nglanggeran, Kapanewon Patuk, Gunungkidul.

Penghargaan tersebut diberikan pada Kelurahan Nglanggeran dengan kategori Desa Wisata Berkelanjutan yang diserahkan langsung oleh Menteri Parekraf Sandiaga Uno pada Selasa (02/03/21) lalu. Penghargaan tersebut diberikan karena Kelurahan Nglanggeran telah mampu menerapkan standar berkelanjutan yang memiliki tiga fokus yaitu sosial, lingkungan, dan ekonomi.

Menanggapi hal tersebut, Dinas Pariwisata Gunungkidul mengaku bangga karena salah satu wisata di Bumi Handayani menerima penghargaan langsung dari Kemenparekraf.

“Di wilayah kami banyak objek wisata, semoga dengan diberikannya penghargaan dan sertifikasi yang diterima oleh Desa Nglanggeran bisa menjadi bekal pembelajaran bagi pelaku jasa dan usaha pariwisata yang lain, supaya sama-sama memiliki kualitas secara nasional bahkan internasional sekalipun,” ujar Kabid Industri dan Kelembagaan Dina Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Eli Martono pada Jum’at (12/03/21) sebagaimana dilansir oleh Sorot Gunungkidul.

Menurut Eli, Kemenparekraf telah berkometmen melakukan pendampingan, pengembangan dan evaluasi destinasi wisata yang ada. Komitmen tersebut sebagaimana termaktub dalam Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan. Selain itu, pemberian sertifikasi Desa Wisata juga bertujuan untuk membangun, meningkatkan kesadara pegelola jasa dan usaha pariwisata.

“Proses tahapan sertifikasi Desa Wisata sejatinya telah dilakukan sejak Oktober 2020 lalu, yang mana tahapannya meliputi training auditor, sosialisasi instrumen dan pendampingan, pengisian bagi desa wisata, desk evaluation, visitasi desa wisata, dan rapat panel reviewer,” imbuhnya.