Berita

 Network

 Partner

Uang Kuliah Tunggal (UKT) UIN Sunan Kalijaga

Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Lakukan Aksi Penurunan UKT

Berita Baru, Yogyakarta – Sekitar 40 (empat puluh) mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA) Yogyakarta melakukan aksi penurunan Uang Kuliah Tunggal (UKT) pada Senin (16/08/2021) siang.

Aksi ini berlangsung dengan pertunjukan teatrikal di tengah jalan antara gerbang pintu masuk kampus barat dan kampus timur selama kurang lebih 2 (dua) jam.

Lutfi, selaku Koordinator Umum (Kordum) aksi menyampaikan dalam pers rilisnya, bahwa pembayaran UKT dalam perkuliahan secara daring tidak lah patut disamakan dengan perkuliahan secara luring, dikarenakan terdapat perbedaan yang mendasar dalam penggunaan fasilitas kampus antara keduanya.

“Maka kampus harusnya memberikan potongan Uang Kuliah Tunggal karena ada dampak PPKM yang dirasakan oleh semua masyarakat salah satunya bagi mahasiswa” tulis Lutfi.

Berita Terkait :  Tak Tanggung-Tanggung, Ini Donasi dari Masjid Jogokariyan

Lutfi juga menyebutkan bahwa pihak kampus telah lalai dalam menjalankan amanat Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Perguruan Tinggi.

Dalam UU No. 12 Tahun 2012 pasal 76 poin 1 disebutkan bahwa Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan/atau Perguruan Tinggi berkewajiban memenuhi hak Mahasiswa yang kurang mampu secara ekonomi untuk dapat menyelesaikan studinya sesuai dengan peraturan akademik.

Di sisi lain, menurutnya pihak kampus juga abai terhadap pemenuhan kuota minimal 5% pada golongan UKT I. Yang mana, hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 7 Tahun 2018 pasal 8 ayat 5.

Selain itu, ia menilai bahwa pihak kampus tidak pernah memberikan informasi sedikit pun mengenai rumus penentuan UKT dari setiap mahasiswa.

Berita Terkait :  HMPS SAA UIN SUKA Gelar Roadshow Virtual Tour Bersama Penghayat Sapta Darma

Maka, ia menuntut pihak kampus UIN Sunan Kalijaga untuk memberikan Transparansi Biaya Kuliah Tunggal (BKT) kepada mahasiswa serta melibatkan mahasiswa dalam penyusunannya.

Selanjutnya, ia meminta keringanan UKT 10%, 20%, 30% untuk seluruh mahasiswa dan 50% untuk mahasiswa akhir. Lutfi menambahkan bahwa pihak kampus perlu memberikan pinjaman tanpa bunga pada seluruh mahasiswa yang kesulitan membayar UKT dan penuhi kuota minimal 5% untuk golongan UKT I.

Ketika dihubungi Tim Reporter Berita Batu Jogja, Lutfi mengatakan bahwa aksi ini juga bertujuan untuk menyadarkan seluruh mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta terhadap sistem UKT yang kian hari kian kacau.

Lebih lanjut, Lutfi mengutarakan bahwa aksi ini mendapat respon positif dari para pengguna jalan. Terdapat beberapa orang yang mendukung aksi yang dilakukan Lutfi dkk.

Berita Terkait :  Ihwal PTM, Sultan : Saya Khawatir Banyak (Siswa) yang Positif

“Bahkan ada satu mobil yang sampai berhenti , membuka jendelanya dan memberikan sedikit rezikinya kepada kami” ucap Lutfi kepada Berita Baru Jogja.