Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Puan Kunjungi Kampung ‘Bakery’ dan Kafe ‘Singkong’ di Salatiga
Puan Kunjungi Kampung ‘Bakery’ dan Kafe ‘Singkong’ di Salatiga

Puan Kunjungi Kampung ‘Bakery’ dan Kafe ‘Singkong’ di Salatiga



Berita Baru, Yogyakarta– Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani mendorong adanya dukungan dari Pemerintah untuk para pelaku UMKM. Hal itu disampaikannya ketika berkunjung ke Kampung ‘bakery’ di Salatiga, Jawa Tengah. Ia juga mendatangi kafe yang menjual olahan singkong di Salatiga.

 

“Beneran semua harganya Rp 2.500? Rasanya enak loh padahal,” kata Puan dalam rilis yang diterima tim Parlementaria, di Jakarta, Jumat (12/1/2024)

 

Puan datang ke Kampung Sembir, Bugel, Salatiga, usai meninjau Pasar Blauran 2 pada Jumat (12/1/2024). Di Kampung Sembir terdapat komunitas produsen roti sebab dari 54 KK yang ada di desa ini, 8 KK  di antaranya merupakan pemilik usaha roti rumahan.

 

Salah satu tempat produksi roti yang didatangi Puan adalah Denni’s Bakery yang memiliki 50 varian rasa roti dan 10 kue. Denni’s Bakery sendiri memiliki 4 outlet yang tersebar di area Salatiga.

 

Puan sempat meninjau pembuatan roti di Denni’s Bakery dan mencoba beberapa varian rasanya. Seperti roti semir coklat bertabur cokelat meses yang masih hangat karena baru saja selesai dimasak.

 

Kampung Sembir sendiri sempat dikenal sebagai tempat ‘roti seribuan’ karena hasil produksi roti dari wilayah ini sempat di harga serendah itu, Rp 1.000 per satuannya. Puan mengaku senang bisa datang ke Kampung ‘Bakery’ tersebut dan berdialog dengan warga dan pelaku UMKM roti.

 

“Saya senang sekali bisa bertemu Bapak Ibu semua, karena Bapak Ibu pelaku UMKM adalah tulang punggungnya ekonomi Indonesia,” tutur perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

 

Setiap UMKM roti di Kampung Sembir mampu memproduksi 6-10 ribu roti dalam sehari yang disebar di toko atau kios di area Salatiga dengan brand masing-masing. Pemilik usaha roti dari kampung tersebut rata-rata pernah bekerja di brand bakery besar seperti Wonder Bakery di Salatiga dan Buana Bakery di Semarang.

“Kami Fraksi PDI Perjuangan siap mendengar masalah UMKM di sini dan InsyaAllah kami carikan solusinya”

 

Roti-roti yang diproduksi dari Kampung ‘Bakery’ Salatiga itu mulai dari roti manis, roti tawar, roti semir, roti keju hingga brownies dan cake. Mereka tergabung dalam paguyuban yang selalu menyepakati harga roti produksi setempat. Saat ini harga roti yang dijual berkisar antara Rp 2.000-2.000 per buahnya. Untuk roti tawar dijual dengan harga Rp 6-8 ribu.

 

Di Kampung Sembir, Puan pun sempat mencicipi durian ukuran jumbo yang dimakan bersama dengan roti-roti hasil produksi UMKM setempat. Ia juga membagi-bagikan buku dan kaos bagi warga sekitar.

 

Pelaku UMKM roti di Kampung Sembir menyampaikan berbagai aspirasi kepada Puan. Termasuk mengenai lahan yang diduduki masyarakat desa di mana lahan tersebut merupakan lahan milik PTPN 9 selama 4 generasi. Masyarakat berharap wilayah desanya dipisahkan dari HGU PTPN 9.

 

“Kami menyadari ada persoalan lain yang dihadapi Bapak Ibu sekalian, dan kami Fraksi PDI Perjuangan siap mendengar masalah UMKM di sini dan InsyaAllah kami carikan solusinya,” ujar Puan kepada warga.

 

Setelah meninjau Kampung ‘Bakery, Puan lalu mengunjungi UMKM Olahan Singkong di  Ngaglik, Salatiga. Ia datang ke Kafe Singkong Keju D-9 Salatiga yang dalam sehari memproduksi 7-8 ton singkong. Selain dari Salatiga, suplai singkong dikirim dari Magelang, Wonosobo, sampai Bogor.

 

Di lokasi ini, Puan meninjau tempat produksi, lalu berbelanja berbagai olahan singkong. Sebelum olahan modern seperti singkong keju, daerah Ngaglik sudah terkenal dengan olahan singkong dengan produk unggulan gethuk.

 

Selain olahan singkong, tempat ini juga menjual hasil produksi berbagai makanan kering seperti keripik tempe, keripik paru, keripik kentang, hingga rempeyek kacang. Di sepanjang Jalan Argowiyoto, Ngaglik, terdapat banyak tempat usaha olahan singkong. Baik yang berbentuk kafe seperti D-9, atau rumah biasa.

 

Puan tampak menikmati jus tape dan kwetiau singkong di Kafe D-9. Ia pun menegaskan dukungannya untuk pelaku UMKM untuk semakin mengembangkan usahanya. Puan mendorong adanya 3 program pemerintah yaitu Permodalan, Pembinaan, dan Pemasaran.

 

“Kami ingin setiap UMKM bisa naik kelas dengan 3 program tersebut,” tegas Legislator dapil Jawa Tengah V itu.